INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Memasuki hari kesembilan Ramadhan, pencarian terkait keutamaan puasa pada hari tersebut meningkat di berbagai platform digital. Fenomena ini menunjukkan tingginya minat umat Islam untuk memahami nilai spiritual ibadah puasa yang dijalankan selama bulan suci.

Puasa Ramadhan merupakan rukun Islam ketiga yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Bulan ini diyakini memiliki keutamaan dibandingkan bulan lainnya, di antaranya menjadi sarana pengampunan dosa serta adanya malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Dalam kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah yang telah ditahqiq, Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi menyebutkan bahwa orang yang berpuasa pada hari kesembilan Ramadhan memperoleh pahala seperti seribu ulama, seribu orang yang beri’tikaf, dan seribu orang yang menyambung silaturahmi.

Namun, para ulama menekankan bahwa keutamaan tersebut tidak diperoleh secara otomatis. Puasa harus dijalankan dengan niat ikhlas, menjaga diri dari perbuatan maksiat, menghindari ghibah dan prasangka buruk, serta memperbanyak amal saleh.

Dalam buku Fiqih Praktis Puasa Ramadhan karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa, disebutkan lima keutamaan puasa Ramadhan.

Pertama, puasa merupakan bagian dari rukun Islam. Kedua, puasa menjadi sebab diampuninya dosa yang telah lalu bagi yang menjalankannya dengan iman dan mengharap pahala. Ketiga, puasa menjadi jalan meraih surga. Keempat, doa orang berpuasa memiliki waktu mustajab. Kelima, pahala puasa bersifat tanpa batas karena Allah yang langsung membalasnya.

Sejumlah ulama mengingatkan bahwa puasa tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga. Tanpa menjaga lisan, hati, dan perilaku, puasa berpotensi kehilangan nilai spiritualnya.

Ramadhan juga dipandang sebagai momentum perubahan diri, mengingat bulan ini merupakan waktu diturunkannya Al-Qur’an. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, bersedekah, melaksanakan shalat sunnah, qiyamul lail, serta memperbanyak istighfar dan dzikir.

BACA JUGA:  Kapan Awal Ramadhan? Berikut Menurut Muhammadiyah dan NU

Di sisi lain, Islam memberikan keringanan bagi orang yang memiliki uzur syar’i, seperti sakit, musafir, atau perempuan yang sedang haid. Mereka diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya pada hari lain sesuai ketentuan.

Keutamaan puasa Ramadhan hari kesembilan menjadi pengingat bahwa kualitas ibadah tidak hanya diukur dari lamanya menahan lapar, tetapi dari ketakwaan yang tumbuh. Niat yang tulus, menjaga perilaku, serta memperbanyak amal menjadi kunci meraih pahala yang dijanjikan. ***