DEPOK, INDORAYA TODAY – Anggota DPR RI, Nuroji, menilai satu tahun kepemimpinan Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah mulai membawa perubahan positif bagi suasana sosial di Kota Depok.
Menurut Nuroji, jika dilihat secara objektif, kondisi kota kini terasa lebih damai dan tidak diwarnai ketegangan politik yang berlebihan. Ia menyebut keterbukaan di tengah masyarakat juga semakin terasa dibanding sebelumnya.
“Kalau menurut saya, kalau mau objektif, suasana damai terjaga. Tidak terlihat politik yang begitu menonjol. Kedua, lebih terasa keterbukaan. Diskriminasi yang selama ini kelihatan di kalangan masyarakat sekarang tidak ada sekat lagi,” ujar Nuroji saat ditemui di kediaman Supian Suri, Cilodong, Jumat (27/2/2026).
Ia menambahkan, cita-cita untuk menjadikan Depok lebih terbuka dan adil mulai menunjukkan hasil. Menurutnya, masyarakat dari latar belakang politik apa pun kini dapat beraktivitas tanpa sekat yang berarti.
Dari sisi pembangunan fisik, Nuroji mengungkapkan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah rencana strategis. Di antaranya alokasi anggaran pembebasan lahan di Jalan Raya Sawangan yang ditargetkan berjalan pada 2026, serta rencana pembangunan Underpass Citayam dan Flyover Margonda.
Meski demikian, Nuroji mengingatkan bahwa persoalan besar seperti banjir dan pengelolaan sampah tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Ia meminta publik memberi ruang waktu bagi pemerintah untuk menuntaskan pekerjaan rumah tersebut.
“Kalau bicara soal fisik tadi, masih banjir, ya perlu waktu. Tidak bisa dinilai satu tahun atau 100 hari,” tegasnya.
Di sektor sosial dan kebudayaan, Nuroji melihat perubahan cukup terasa. Ia menilai ruang ekspresi masyarakat, khususnya pelaku seni, kini semakin terbuka, termasuk dengan hadirnya kegiatan seperti car free day dan berbagai aktivitas kreatif.
Sebagai bagian dari Dewan Kebudayaan, Nuroji mengatakan pihaknya juga terus mendorong penyusunan Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Pendataan menyeluruh terhadap sanggar, pelaku seni, hingga situs sejarah sedang dilakukan untuk memperkuat basis data kebudayaan Depok.
Menurutnya, data tersebut nantinya akan terintegrasi hingga tingkat provinsi dan pusat sebagai big data kebudayaan nasional. Dari sana, pemerintah dapat menentukan prioritas program pemajuan kebudayaan secara lebih terarah.
Nuroji menegaskan, capaian satu tahun pemerintahan Supian-Chandra patut diapresiasi, terutama dari sisi kondusivitas sosial. Namun, ia tetap mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan proses bertahap.

Tinggalkan Balasan