INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengambil langkah strategis untuk menyemarakkan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan seluruh layanan transportasi publik, mulai dari Transjakarta, MRT, hingga LRT, akan digratiskan bagi masyarakat tepat pada hari Lebaran 2026.

Kebijakan ini menjadi bagian integral dari rangkaian perhelatan Jakarta Ramadan Festival 2026. Menurut Pramono, pemberian layanan transportasi tanpa biaya ini bukan sekadar bentuk pelayanan publik, melainkan strategi untuk mendorong warga agar tetap merayakan hari kemenangan di Ibu Kota.

“Pada saat Idulfitri, kami akan menggratiskan transportasi yang ada di Jakarta. Mengapa ini dilakukan? Untuk menarik minat warga agar tetap tinggal di Jakarta daripada terjebak kemacetan saat keluar kota atau memilih berbelanja ke luar negeri,” ujar Pramono saat meninjau kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026).

Pramono menegaskan, Jakarta telah memiliki rekam jejak yang solid dalam menyelenggarakan acara berskala besar. Oleh karena itu, Pemprov Jakarta menjamin kesiapan aspek keamanan dan kenyamanan mobilitas warga, termasuk mengantisipasi fenomena “Mudik ke Jakarta” yang menjadi tema besar festival tahun ini.

Langkah menggratiskan transportasi ini diharapkan mampu menjaga perputaran roda ekonomi tetap berada di Jakarta. Melalui berbagai program diskon, atraksi budaya, dan hiburan di dalam kota, masyarakat diharapkan dapat menikmati suasana Lebaran yang meriah tanpa harus bepergian jauh.

“Jakarta menyediakan segalanya. Jika ingin bersilaturahmi, saat ini sudah ada teknologi video call. Saya pun akan melakukan hal yang sama dengan keluarga saya,” tambahnya.

Meski mendorong warga untuk berlebaran di Jakarta, Pemprov tetap berkomitmen memfasilitasi warga yang ingin pulang ke kampung halaman melalui program Mudik Gratis. Pada tahun ini, pemerintah telah menyiapkan 690 unit bus dengan total kapasitas angkut mencapai 26.500 penumpang.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota Bogor Perkuat KPWK: Jaga Stabilitas dan Wawasan Kebangsaan di Tengah Masyarakat

“Kami tetap memfasilitasi siapa pun yang ingin pulang ke kampung halamannya masing-masing melalui program mudik gratis yang telah disiapkan,” tegas Pramono.