INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PDI Perjuangan, Hendrik Tangke Allo, menilai gaya kepemimpinan Wali Kota Depok, Supian Suri, menunjukkan karakter terbuka dan dekat dengan masyarakat. Penilaian tersebut disampaikan saat menghadiri buka puasa bersama di kediaman Wali Kota yang bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-51.

HTA menyebut kegiatan tersebut tidak sekadar agenda seremonial Ramadhan, tetapi menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.

“Di momen ulang tahun beliau yang ke-51, buka puasa bersama ini menjadi peristiwa luar biasa. Ini menunjukkan Pak Wali tidak melupakan perjuangan teman-teman relawan yang sejak awal hingga hari ini tetap setia mendukung,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Ia menilai tingkat keterbukaan Supian Suri terhadap masyarakat terlihat dari minimnya jarak antara pemimpin dan warga. HTA mengaku selama lebih dari dua dekade berkecimpung dalam politik lokal, baru kali ini melihat kepala daerah dengan pola komunikasi yang dinilai langsung dan terbuka.

“Saya sudah 20 tahun di politik Depok. Baru kali ini saya melihat wali kota yang begitu terbuka terhadap rakyatnya,” katanya.

HTA juga menyoroti kehadiran masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut sebagai cerminan kepemimpinan yang inklusif. Menurutnya, dukungan yang datang dari berbagai latar belakang menunjukkan kemampuan merangkul seluruh kelompok masyarakat.

Ia menilai dalam satu tahun kepemimpinan Supian Suri bersama Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah, sejumlah perubahan di Kota Depok mulai terlihat meski masih bertahap.

“Perubahan itu sudah ada, walaupun mungkin belum sepenuhnya besar. Tapi dalam waktu satu tahun, ini sudah luar biasa,” ujarnya.

HTA menambahkan keterbukaan pemimpin menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

BACA JUGA:  RAPBD 2026 Rampung, Apa Saja Janji Wali Kota Depok yang Terealisasi?

Penilaian HTA menempatkan kepemimpinan Supian Suri sebagai figur yang dinilai terbuka, inklusif, dan dekat dengan masyarakat. Momentum silaturahmi dinilai memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan warga serta menjadi modal sosial dalam pembangunan Kota Depok. ***