INDORAYATODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), untuk menjaga stabilitas harga sembilan bahan pokok (sembako) selama bulan Ramadan hingga Idulfitri 2026.

Presiden menekankan bahwa harga pangan harus tetap terjangkau dan tidak boleh mengalami kenaikan.

Menanggapi perintah tersebut, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan akan segera melakukan peninjauan langsung ke berbagai daerah untuk mengecek ketersediaan stok pangan nasional.

“Saya diperintah untuk keliling ya memastikan pangan, MBG (makan bergizi gratis), Kopdes (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih). Kemudian, pengolahan sampah berlangsung dengan baik dan tentu sembako puasa dan lebaran ini harus tersedia, terjangkau, dan harga tidak boleh naik,” ujar Zulhas usai mengikuti rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Monitor Stok Pangan secara Ketat Zulhas menambahkan bahwa Presiden Prabowo meminta adanya pengawasan ketat terhadap rantai pasok pangan. Pemerintah berkomitmen memastikan tidak ada kendala distribusi yang dapat memicu kelangkaan di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat saat bulan suci.

“Kami memastikan bulan puasa sampai Lebaran ini stok pangan dimonitor secara ketat,” tegas Zulhas.

Antisipasi Krisis Energi di Selat Hormuz Selain isu pangan, Presiden Prabowo juga memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk membahas dampak krisis geopolitik di Timur Tengah. Bahlil melaporkan kondisi terkini sektor energi setelah Angkatan Laut Iran menutup Selat Hormuz hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penutupan Selat Hormuz dipandang sebagai ancaman serius bagi pasokan energi global, mengingat wilayah tersebut merupakan choke point vital bagi ekspor minyak ke Asia, termasuk Indonesia yang masih melakukan impor.

“Laporan menyangkut kondisi terkini geopolitik, penutupan Selat Hormuz, Iran. Ini sebagai antisipasi pasokan minyak dunia karena bagaimanapun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran,” jelas Bahlil.

BACA JUGA:  Main Catur Lawan Prabowo, Raffi Ahmad Gak Kuat Sampai 'Tepok Jidat'

Langkah antisipasi ini diambil guna memastikan ketahanan energi nasional tidak terganggu oleh dinamika internasional, sekaligus menjaga agar biaya logistik tetap stabil demi mendukung keterjangkauan harga pangan di dalam negeri.