INDORAYATODAY.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu kabar mengejutkan mengenai potensi mundurnya Tim Nasional Iran dari putaran final Piala Dunia 2026. Situasi ini memicu spekulasi mengenai negara pengganti yang akan mengisi slot kosong dari zona Asia (AFC), termasuk peluang Timnas Indonesia.

Potensi pengunduran diri Iran didasari oleh konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Masalah menjadi pelik karena status Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah utama. Sesuai jadwal FIFA, seluruh laga fase grup Iran di Grup G melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir sedianya digelar di wilayah otoritas Amerika Serikat (Los Angeles dan Seattle).

Presiden Federasi Sepakbola Iran, Mehdi Taj, memberikan sinyal kuat mengenai kecilnya peluang Team Melli untuk berpartisipasi. Faktor keamanan pemain dan staf di tengah eskalasi militer menjadi prioritas utama.

Urutan Kandidat Pengganti Berdasarkan mekanisme substitusi dan performa di babak kualifikasi, FIFA dan AFC diperkirakan akan menggunakan sistem peringkat untuk mengisi kekosongan tersebut. Berikut adalah urutan prioritas calon pengganti Iran:

Irak: Menjadi kandidat terkuat. Berstatus sebagai peserta babak playoff antarkonfederasi yang dijadwalkan bertanding pada Maret 2026.

Uni Emirat Arab (UEA): Berada di urutan kedua karena statusnya sebagai kontestan babak kelima kualifikasi zona Asia.

Oman: Berada di posisi ketiga berkat raihan poin yang lebih baik dibandingkan Indonesia pada putaran keempat kualifikasi.

Indonesia: Berada di urutan keempat dalam daftar tunggu resmi.

Posisi Timnas Indonesia Peluang skuad asuhan Shin Tae-yong untuk tampil di Piala Dunia 2026 melalui jalur ini dinilai cukup tipis. Skuad Garuda harus menunggu “keajaiban” jika tiga negara di atas (Irak, UEA, dan Oman) secara mengejutkan menolak tawaran promosi tersebut.

BACA JUGA:  Laga Persahabatan Timnas U-17 vs China, Tiket Dibanderol Rp 50 Ribu

Evaluasi performa pada babak kualifikasi sebelumnya menempatkan Indonesia di bawah Oman karena selisih poin krusial yang didapat selama putaran keempat. Saat ini, kepastian mengenai status Iran masih menunggu perkembangan situasi politik dan militer di Timur Tengah sebelum FIFA mengambil keputusan resmi.