DEPOK, INDORAYA TODAY – Jejak sejarah abad ke-18 di kawasan Depok Lama berpeluang kembali hidup. Pemerintah Kota Depok mulai mendorong revitalisasi kawasan bersejarah tersebut agar menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus destinasi wisata sejarah.

Upaya itu mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dengan jajaran Pemerintah Kota Depok, Tim Ahli Cagar Budaya, serta komunitas sejarah dan budaya. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Depok, Rabu (4/3/2026), dengan fokus membahas pelindungan dan pengembangan kawasan bersejarah Depok Lama.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Depok memaparkan sejumlah rencana pemanfaatan kembali bangunan bersejarah yang tersebar di kawasan Depok Lama. Salah satu yang menjadi perhatian adalah bekas Rumah Sakit Harapan, bangunan peninggalan masa kolonial Belanda yang saat ini tidak lagi difungsikan.

Bangunan tersebut direncanakan untuk dihidupkan kembali sebagai fasilitas publik, termasuk kemungkinan dikembangkan menjadi museum sejarah dan budaya Depok. Rencana ini diharapkan mampu membuka ruang edukasi sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya kota.

Kawasan Depok Lama sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah dengan nilai sejarah tinggi di Kota Depok. Sejak 2021, kawasan ini telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya tingkat kota.

Di wilayah ini masih berdiri sejumlah bangunan bersejarah, mulai dari gereja tua yang masih aktif digunakan, jembatan peninggalan kolonial, hingga berbagai bangunan yang berasal dari abad ke-18. Lanskap sejarah tersebut juga dilengkapi kawasan Taman Hutan Raya seluas sekitar tujuh hektar yang menjadi bagian dari kawasan Depok Lama.

Selain itu, terdapat pula bangunan yang dikenal sebagai Rumah Presiden Depok yang menjadi bagian dari jejak sejarah komunitas Depok di masa lalu.

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa pemerintah mendukung seluruh upaya revitalisasi cagar budaya di berbagai daerah, termasuk Kota Depok. Selain itu Menbud juga menekankan pentingnya penguatan warisan budaya takbenda serta perencanaan pengembangan cagar budaya.

BACA JUGA:  Terungkap! Siapa yang Akan Jadi Sekda Depok Siang Ini?

“Kami mendukung semua upaya revitalisasi cagar budaya di berbagai kota. Perlu percepatan registrasi dan verifikasi cagar budaya agar dapat ditetapkan menjadi cagar budaya nasional,” ujar Menbud Fadli Zon, dilansir dari situs resmi Kementerian Kebuadayaan, Kamis (5/3/2026).

Menbud juga mendorong percepatan penyusunan rencana pengembangan cagar budaya secara komprehensif, termasuk gedung bersejarah, museum, dan fasilitas pendukung lainnya.

Wali Kota Depok, Supian Suri, menyampaikan harapannya agar dukungan Kementerian Kebudayaan dapat membantu mewujudkan revitalisasi kawasan Depok Lama sehingga dapat kembali menjadi pusat kegiatan budaya sekaligus destinasi wisata sejarah dan budaya.

“Kawasan Depok Lama memiliki berbagai situs bersejarah dan kami ingin ruang-ruang itu dapat dimanfaatkan baik hari ini, maupun di masa yang akan datang,” ujarnya.

Pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga nilai budaya yang diwariskan masyarakat Depok secara turun-temurun. Salah satunya adalah keberadaan Komunitas Depok yang terdiri atas dua belas marga keturunan Belanda yang menjadi bagian penting dari sejarah sosial kota ini.

Selain itu, tradisi Lebaran Depok juga disebut sebagai kekayaan budaya lokal yang terus dijaga masyarakat. Tradisi tersebut bahkan diharapkan dapat berkembang menjadi agenda budaya berskala nasional.

Pemkot Depok juga memaparkan rencana pengembangan museum budaya Depok yang akan menjadi pusat pembelajaran sejarah sekaligus ruang edukasi interaktif bagi masyarakat. Museum tersebut dirancang memuat perjalanan sejarah Depok, mulai dari masa awal komunitas Depok hingga perkembangan kota saat ini.

Melalui upaya revitalisasi kawasan Depok Lama, pemerintah berharap kawasan bersejarah tersebut tidak hanya terjaga, tetapi juga kembali hidup sebagai ruang publik yang menghubungkan masyarakat dengan akar sejarah Kota Depok.