DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mulai memperkuat strategi pengelolaan sampah berbasis lingkungan dengan mendorong setiap Rukun Warga (RW) mengelola sampah secara mandiri dari sumbernya. Langkah ini dinilai menjadi solusi konkret untuk menekan volume sampah yang selama ini menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

Wali Kota Depok, Supian Suri, mengatakan pengelolaan sampah dari tingkat lingkungan menjadi bagian penting dari transformasi sistem persampahan di Kota Depok. Menurutnya, keterlibatan warga di tingkat RW menjadi kunci agar persoalan sampah tidak selalu bergantung pada TPA.

Supian menjelaskan, Pemkot Depok telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp300 juta untuk setiap RW. Anggaran tersebut dapat dimanfaatkan warga untuk menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan, termasuk membangun sistem pengelolaan sampah mandiri.

“Termasuk saya berharap dari alokasi anggaran Rp300 juta ini bagaimana masing-masing RW bisa menyelesaikan permasalahan sampah di lingkungannya. Kalau pun belum seluruhnya, minimal dengan adanya bank sampah atau pengolahan sampah organik bisa mengurangi beban TPA Cipayung,” kata Supian, dilansir dari situs resmi Pemkot Depok, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, keberadaan bank sampah, komposting, maupun pengolahan sampah organik di tingkat lingkungan akan membantu mengurangi volume sampah yang harus dikirim ke TPA. Dengan begitu, sampah dapat ditangani sejak dari sumbernya.

Supian menegaskan, kebijakan tersebut bukan hanya soal pengelolaan lingkungan, tetapi juga upaya menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Kita ingin melalui anggaran ini budaya-budaya yang dulu dimiliki orang tua kita seperti gotong royong, kerja bakti, dan bersih-bersih lingkungan bisa terus kita lestarikan. Ini menjadi wujud kebersamaan kita dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan,” ujarnya.

Saat ini, volume sampah yang dikirim ke TPA Cipayung mencapai sekitar 1.200 ton per hari. Angka tersebut menjadi tantangan serius bagi Pemkot Depok dalam mengelola sistem persampahan yang lebih modern dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Wali Kota Depok Ungkap Strategi Pengendalian Banjir dan Revitalisasi Situ Sidomukti dan Cilodong

Apalagi, pemerintah daerah juga telah mendapat peringatan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait mekanisme pembuangan sampah secara konvensional yang masih dilakukan.

“Saat ini kita juga sudah di-warning oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Mungkin di akhir tahun ini kita sudah tidak boleh lagi membuang sampah dengan mekanisme konvensional ke TPA Cipayung,” ungkapnya.

Karena itu, Pemkot Depok kini menyiapkan berbagai strategi agar pengolahan sampah dapat dilakukan secara bertahap dari tingkat lingkungan, mulai dari RW hingga kelurahan.

Supian pun mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam gerakan pengelolaan sampah tersebut. Ia berharap, sistem pengolahan sampah berbasis lingkungan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi Kota Depok.

“Untuk itu mohon doanya, kami sedang berstrategi bagaimana pengolahan sampah bisa dilakukan di tingkat RW sehingga tidak lagi dibuang secara konvensional seperti yang kita lakukan hari ini,” tuntasnya.