DEPOK, INDORAYA TODAY – Kasus suspek campak di Kota Depok masih menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mencatat sepanjang 2025 terdapat 1.365 kasus suspek campak yang dilaporkan di wilayah tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 144 kasus telah dipastikan positif campak setelah melalui pemeriksaan laboratorium. Data tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit yang sangat mudah menular tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Maryori mengatakan, tren kasus campak secara nasional juga masih cukup tinggi sehingga perlu perhatian bersama, termasuk dari masyarakat di Depok.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia per 26 Februari 2025, jumlah kasus suspek campak di Indonesia sepanjang 2025 mencapai 63.769 kasus. Dari total tersebut, sebanyak 11.094 kasus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

“Untuk tahun 2026 hingga Minggu ke-7, tercatat sebanyak 8.224 kasus suspek campak di Indonesia dengan 572 kasus di antaranya terkonfirmasi laboratorium,” kata Devi, dikutip dari situs resmi Pemkot Depok, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, tingginya kasus suspek campak harus menjadi perhatian masyarakat karena penyakit ini sangat mudah menular, terutama pada anak-anak.

Devi menjelaskan, campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Morbilivirus dan dapat menyebar dengan cepat melalui percikan air liur penderita.

“Penularannya dapat terjadi melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara,” ujarnya.

Dinkes Depok pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan, terutama dengan memperhatikan gejala serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda-tanda yang mengarah pada penyakit campak.

BACA JUGA:  Dari UMKM hingga Donor Darah, Ikabento Fair Hadirkan Banyak Kegiatan di Depok