INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKB, Ade Ibrahim, menggelar kegiatan Sosialisasi Komunikasi (Soskom) bersama warga di Kampung Areman RT 08 RW 07, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Minggu (8/3/2026). Melalui kegiatan tersebut, ia menyampaikan berbagai program pembangunan Pemerintah Kota Depok sekaligus menampung aspirasi masyarakat.
Ade Ibrahim menjelaskan bahwa kegiatan Soskom tidak sekadar menjadi agenda rutin DPRD, tetapi juga berfungsi sebagai sarana komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Dalam forum dialog tersebut, ia memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Depok di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga olahraga.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Cimanggis, Ade menilai penting bagi masyarakat untuk memahami kebijakan pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
“Sebagai wakil rakyat, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan berbagai program pemerintah benar-benar diketahui masyarakat. Soskom ini menjadi jembatan agar kebijakan pemerintah tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Ade Ibrahim.
Selain menyampaikan program pemerintah, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.
Salah satu persoalan yang banyak disampaikan warga dalam dialog tersebut berkaitan dengan penonaktifan sejumlah kartu BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Menanggapi hal itu, Ade Ibrahim menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan keputusan pemerintah pusat yang melakukan pemutakhiran data kesejahteraan masyarakat secara nasional.
Menurutnya, proses pembaruan data dilakukan melalui sistem klasifikasi tingkat kesejahteraan yang dikenal sebagai sistem desil.
“Ada warga yang sebelumnya masuk kategori penerima bantuan, tetapi setelah diverifikasi ternyata kondisi ekonominya sudah meningkat. Maka secara sistem datanya berubah dan bantuannya dihentikan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa warga yang merasa masih layak menerima bantuan dapat melapor ke kelurahan atau melalui Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) untuk dilakukan verifikasi ulang.
Dalam kesempatan tersebut, Ade Ibrahim juga menjelaskan program pendidikan yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Depok, yaitu Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG).
Program tersebut ditujukan untuk membantu siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya sekolah.
Setiap tahun jumlah lulusan SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Depok mencapai sekitar 30 ribu siswa, sementara daya tampung SMP negeri hanya sekitar 11 ribu siswa.
“Artinya masih ada sekitar 19 ribu siswa yang harus melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta. Karena itu pemerintah kota menghadirkan program sekolah swasta gratis dengan subsidi SPP sekitar Rp250 ribu per bulan hingga siswa lulus,” paparnya.
Selain sektor pendidikan, Ade juga menyampaikan bahwa Kota Depok akan menjadi salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Menurutnya, ajang olahraga tersebut tidak hanya mendorong prestasi atlet daerah, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Ade Ibrahim berharap kegiatan Soskom dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai program pembangunan di Kota Depok.
Ia juga mengajak warga untuk aktif berpartisipasi dalam mendukung program pemerintah agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan