INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Ustaz Khalid Basalamah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menghujat setiap kebijakan pemerintah. Ia menilai kritik harus disampaikan secara adil dengan melihat sisi positif dan negatif secara seimbang, karena tidak ada kebijakan maupun pemimpin yang sepenuhnya sempurna.

Dalam sebuah siniar atau podcast yang diunggah di YouTube, Khalid Basalamah menilai sebagian masyarakat kerap terlalu fokus pada sisi negatif pemerintah tanpa mempertimbangkan berbagai hal positif yang juga telah dilakukan.

Menurutnya, sikap tersebut kurang bijak karena setiap kebijakan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.

“Saya termasuk pribadi yang kurang setuju kalau ada pendapat yang selalu melihat sisi negatifnya negara. Kita harus adil mempertemukan antara mana sisi negatif dan mana sisi positif,” kata Khalid seperti dikutip, Minggu (8/3/2026).

Ia menambahkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna, termasuk dalam menjalankan pemerintahan. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya menyoroti kekurangan, tetapi juga mengapresiasi berbagai kebijakan yang dinilai membawa manfaat.

Khalid juga mengutip pandangan sahabat Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib, yang dikenal sebagai tokoh dengan keluasan ilmu pengetahuan.

Menurutnya, Ali bin Abi Thalib pernah menekankan bahwa pemimpin harus dihormati karena memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat yang dipimpinnya.

“Kalau kita kerucutkan kepada hal-hal yang seakan-akan negara kita sudah rumit dan tidak ada kebaikan, ini juga keliru. Masih banyak sistem yang bagus,” ujarnya.

Ia juga menilai masyarakat Indonesia patut bersyukur karena sistem demokrasi di Indonesia memberikan ruang kebebasan bagi umat beragama.

Khalid mencontohkan kebebasan umat Islam dalam menjalankan ibadah di Indonesia, seperti membangun masjid maupun mengumandangkan azan secara terbuka.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak selalu ditemui di sejumlah negara lain.

BACA JUGA:  Sekjen Gerindra Sugiono Fokus Kawal Pemerintahan, Aspirasi Prabowo Dua Periode Menguat

“Di Singapura boleh azan tapi suaranya tidak boleh keluar dari masjid. Di Australia juga tidak terdengar azan, sehingga kita harus benar-benar memperhatikan waktu,” katanya.

Selain itu, ia menyebut pemerintah juga memberikan ruang bagi lembaga sosial keagamaan untuk berperan dalam masyarakat.

Beberapa contohnya adalah lembaga pengelola zakat maupun usaha travel haji dan umrah yang dapat dijalankan oleh masyarakat.

Khalid menilai jika dihitung secara keseluruhan, berbagai hal positif yang ada di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan kekurangannya.

Ia memperkirakan sekitar 90 persen kondisi negara berada dalam kategori baik, sementara sisanya menjadi pekerjaan rumah yang harus diperbaiki bersama.

“Ini harus menjadi PR buat kita semua. Dengan ilmu pengetahuan dan kepedulian yang kita miliki, kita mulai dari doa,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyerukan pergantian pemimpin setiap kali terjadi kesalahan.

“Sedikit pemimpin salah, lengserkan. Apa yang mau dilengserkan ini. Seperti menukar boneka dari satu tempat ke tempat yang lain,” kata Khalid.