INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menilai program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda menjadi langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul Indonesia sekaligus memutus rantai kemiskinan antar generasi.

Budiman menjelaskan, tidak semua anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas. Padahal, banyak anak lahir dengan mimpi besar untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Karena itu, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memperluas program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu.

“Karena itu Presiden Prabowo Subianto memperluas program Sekolah Rakyat,” kata Budiman dalam pesan video bertajuk Indonesia in 60 Seconds yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (12/3/2026).

Menurut Budiman, pendidikan merupakan instrumen paling efektif dalam memutus rantai kemiskinan. Melalui program Sekolah Rakyat, negara berupaya memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Dalam satu tahun terakhir, program tersebut telah menjangkau sekitar 22.000 siswa yang tersebar di 166 sekolah. Pemerintah juga menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat baru pada tahun ini guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Ia menilai, perluasan program pendidikan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga membuka peluang mobilitas sosial bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Sebagai lembaga yang bertugas mengoordinasikan percepatan pengentasan kemiskinan, BP Taskin memastikan berbagai program pemerintah yang menyasar masyarakat miskin berjalan secara terarah, terintegrasi, dan tepat sasaran.

Selain program Sekolah Rakyat, pemerintah juga mengembangkan program Sekolah Unggul Garuda. Program ini dirancang terintegrasi dengan pembangunan kampus baru yang berfokus pada pengembangan bidang STEM, yaitu Science, Technology, Engineering, dan Mathematics.

BACA JUGA:  Resmi, Senin 18 Agustus 2025 Ditetapkan Hari Libur Nasional

Budiman mengatakan, penguatan pendidikan di bidang tersebut penting untuk menyiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di era teknologi dan inovasi.

Menurut dia, anak-anak Indonesia harus didorong menjadi pencipta dan inovator, bukan sekadar pengguna teknologi.

“Anak-anak Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton di era teknologi, tetapi harus menjadi pencipta, peneliti, dan inovator yang mampu bersaing secara global,” ujarnya.

Budiman menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak boleh ditentukan oleh latar belakang tempat seseorang dilahirkan, melainkan oleh kesempatan yang dimiliki untuk belajar dan berkembang.

Melalui program pendidikan seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda, pemerintah berharap dapat menyiapkan sumber daya manusia unggul sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.