INDORAYATODAY.COM — Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, membeberkan logika strategis di balik langkah diplomasi pertahanan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan krisis di Gaza, Palestina.

Langkah berani Indonesia yang berencana mengirimkan pasukan perdamaian serta keterlibatan Presiden dalam Board of Peace (BoP) disebut sebagai upaya konkret untuk menciptakan ruang aman bagi warga Palestina secara langsung di lapangan.

Dalam keterangannya, Dasco mengungkapkan isi diskusi pribadinya dengan Presiden Prabowo mengenai motivasi besar di balik keputusan pengerahan personel militer Indonesia ke wilayah konflik tersebut.

“Saya sempat bertanya kepada Bapak Presiden, mengenai risiko besar yang kita ambil dengan terjun langsung ke wilayah pendudukan tersebut,” ujar Dasco dalam pernyataan yang dikutip pada Ahad (15/3/2026).

Gantikan Posisi Pasukan Pendudukan Menurut Dasco, Presiden Prabowo menekankan bahwa kehadiran TNI di Gaza memiliki misi teknis yang sangat spesifik, yakni secara fisik menggantikan keberadaan pasukan Israel di zona-zona pemukiman atau wilayah pusat ketegangan. Kehadiran pasukan Indonesia dipandang sebagai solusi nyata untuk memastikan perlindungan bagi warga sipil Palestina.

Dasco menirukan penjelasan Presiden bahwa wilayah yang akan dimasuki bukanlah zona kosong, melainkan wilayah yang saat ini masih berada dalam kendali militer lawan. Dengan masuknya pasukan penjaga perdamaian dari Indonesia—yang memiliki reputasi internasional yang diakui—diharapkan intensitas kekerasan dapat diredam secara signifikan.

“Logikanya, jika kita mengirimkan TNI sebagai pasukan perdamaian, maka pasukan Israel harus keluar dari zona tersebut. Secara otomatis, kita yang akan menjaga dan melindungi saudara-saudara kita di sana,” jelas Ketua Harian DPP Partai Gerindra tersebut.

Tindakan Nyata Melampaui Retorika Langkah ini, lanjut Dasco, merupakan wujud dari komitmen Presiden Prabowo untuk mengakhiri diplomasi yang sekadar bersifat retorika atau “omon-omon”. Presiden ingin menunjukkan bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan dan keamanan Palestina harus dibuktikan dengan tindakan nyata di medan konflik.

BACA JUGA:  Dasco Terima Audiensi Kepala Desa yang Minta BUMDes Dilibatkan dalam Program BBG

Kehadiran Indonesia diharapkan dapat memicu negara-negara Islam lainnya untuk turut mengambil peran aktif dan bergerak bersama secara fisik dalam menjaga stabilitas di kawasan tersebut.

Hal ini sejalan dengan posisi konsisten Indonesia dalam mendukung hak-hak bangsa Palestina di berbagai forum internasional.

“Ini bukan sekadar pernyataan politik, tapi langkah fisik untuk memastikan keselamatan nyawa di lapangan,” tegas Dasco.