INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mengembangkan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) di empat kota besar. Total sebanyak 5.484 unit rumah susun akan dibangun terintegrasi dengan stasiun untuk mendukung mobilitas dan akses hunian masyarakat.
Pembangunan rumah susun TOD tersebut tersebar di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Rinciannya, sebanyak 2.200 unit akan dibangun di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, kemudian 753 unit di Stasiun Kiaracondong, Bandung.
Selanjutnya, 1.042 unit akan dibangun di sekitar RSUP Dr Kariadi, Semarang, serta 1.489 unit di kawasan Stasiun Gubeng, Surabaya.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengatakan proyek di Manggarai telah memasuki tahap awal pembangunan.
“Kita juga mencanangkan pembangunan di tiga lokasi lainnya, yaitu Bandung, Semarang, dan Surabaya,” ujar Bobby dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan, di Bandung proyek akan berdiri di atas lahan seluas 7.600 meter persegi dengan total 753 unit dalam dua menara. Sementara di Semarang, pembangunan akan dilakukan di lahan sekitar 1,2 hektare dengan 1.042 unit hunian yang tersebar di dua tower setinggi 42 lantai.
Adapun di Surabaya, proyek di kawasan Stasiun Gubeng akan mencakup 1.489 unit hunian dalam dua tower setinggi 52 lantai yang dibangun di atas lahan seluas 1,2 hektare.
Pembangunan rusun TOD ini menjadi bagian dari program pemerintah untuk menyediakan tiga juta rumah bagi masyarakat. Fokus utamanya adalah menyediakan hunian yang layak dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Bobby menyebut, KAI memiliki aset lahan yang cukup luas untuk mendukung pengembangan kawasan berbasis transportasi. Secara nasional, luas lahan yang dimiliki KAI mencapai 320 juta meter persegi.
Khusus di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), potensi pengembangan hunian TOD diperkirakan mencapai 131.000 unit. Integrasi dengan transportasi publik dinilai mampu memangkas waktu tempuh sekaligus biaya perjalanan masyarakat.
Melalui proyek ini, KAI mendorong terciptanya kawasan perkotaan yang lebih terintegrasi antara hunian dan transportasi.
“Kami ingin menghadirkan ekosistem kota yang terhubung, dengan hunian yang dekat transportasi publik serta mobilitas yang lebih efisien,” kata Bobby.

Tinggalkan Balasan