INDORAYATODAY.COM – Presiden RI Prabowo Subianto membuka pintu Istana dalam acara gelar griya (open house), memberikan kesempatan bagi ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat untuk bersilaturahmi dan berjabat tangan langsung dengan Kepala Negara.
Sejak subuh, antusiasme warga sudah terlihat memadati kawasan sekitar Istana. Dedeh, salah seorang warga yang datang langsung dari Masjid Istiqlal, mengaku terharu bisa bertatap muka dengan Presiden. Bagi Dedeh, momen ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan wujud kedekatan pemimpin dengan rakyatnya.
“Senang banget bisa salim sama Pak Prabowo. Sosoknya kebapakan sekali. Semoga Bapak Presiden panjang umur, sehat, dan bisa membawa Indonesia semakin sejahtera, damai, dan bersatu,” ujar Dedeh penuh doa, Minggu (22/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu petang ini diperkirakan dihadiri oleh 4.000 hingga 5.000 warga secara bergantian. Presiden Prabowo menyambut para tamu dengan hangat, menyalami satu per satu, bahkan membagikan langsung bingkisan lebaran sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat.
Bingkisan berwarna biru muda yang berisi kebutuhan pokok, kue kering, hingga payung berlogo Istana tersebut menjadi simbol kegembiraan yang dibagikan pemerintah di hari yang fitri. Selain bingkisan, masyarakat juga dimanjakan dengan aneka hidangan khas Lebaran seperti ketupat opor ayam, empal gentong, hingga bakmi ayam.
Rifal, warga lainnya yang hadir usai melaksanakan shalat Id, turut mengungkapkan rasa syukur atas undangan terbuka dari Istana. “Terima kasih Bapak Presiden sudah mengundang kami. Semoga Indonesia menjadi negara yang semakin maju dan berkembang,” tuturnya.
Acara open house ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kohesi sosial dan nasionalisme. Di tengah suasana hari kemenangan, Istana Merdeka bertransformasi menjadi ruang dialog yang inklusif, di mana sekat antara pejabat dan rakyat melebur dalam semangat maaf-memaafkan.
Melalui kegiatan ini, Presiden Prabowo tidak hanya menyajikan hidangan fisik, tetapi juga menyuguhkan keteladanan tentang pentingnya menjaga silaturahmi (silaturahim) demi menjaga stabilitas dan persatuan bangsa.
Harapan warga agar Indonesia semakin pulih dan berwibawa menjadi kado doa yang mengiringi langkah pemerintah di tahun kedua kepemimpinannya ini.(*)

Tinggalkan Balasan