JAKARTA, INDORAYA TODAY – Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyoroti dinamika konflik global yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Ia menekankan pentingnya menahan eskalasi, khususnya menjelang momentum Idul Fitri, agar situasi tetap kondusif.

Muzani menilai, meredanya tensi konflik internasional akan memberikan rasa aman bagi umat Islam di seluruh dunia dalam merayakan Idulfitri. Ia pun mengapresiasi langkah negara-negara di kawasan Teluk yang dinilai mampu menjaga stabilitas kawasan.

“Kita bersyukur bahwa para pemimpin negara-negara di Teluk bisa menahan diri. Ini sebagai penghormatan kepada umat Islam untuk bisa merayakan momen Idul Fitri dengan aman dan damai. Kita juga bersyukur bahwa Arab Saudi sebagai penjaga dua Tanah Suci Mekkah dan Madinah bisa menjamin kelangsungan beribadah umroh dengan lancar sejauh ini,” kata Muzani, dilansir dari situs resmi Fraksi Gerindra, Senin (23/3/2026).

Menurut Muzani, dunia telah memiliki pengalaman panjang dalam menjaga perdamaian melalui jalur diplomasi. Karena itu, ia mendorong para pemimpin global untuk kembali mengedepankan dialog sebagai solusi utama meredam konflik.

“Kita telah menyaksikan dunia selama puluhan tahun dalam keadaan damai melalui diplomasi. Maka penting bagi setiap pemimpin untuk kembali melakukan dialog daplomasi sebagai cara utama menciptakan perdamaian,” jelas Muzani.

Di tingkat nasional, Muzani menegaskan bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto terus menunjukkan peran aktif dalam mendorong perdamaian dunia. Langkah tersebut, termasuk keterlibatan dalam forum internasional, dinilai sebagai bagian dari upaya diplomasi yang konstruktif.

Ia juga menilai perbedaan pandangan yang muncul di dalam negeri sebagai hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, ruang dialog harus tetap dijaga agar setiap kebijakan yang diambil tetap berorientasi pada kepentingan bersama.

BACA JUGA:  Pawai Obor Sambut Ramadhan di BSI 2 Depok, Qonita Lutfiyah Ajak Warga Perkuat Iman dan Kebersamaan

“Perbedaan pandangan merupakan hal biasa dalam negara demokrasi seperti Indonesia. Namun ruang-ruang dialog tetap menjadi prioritas bahwa sikap presiden tersebut sebagai upaya diplomasi agar perdamaian bisa tercipta. Ini pun yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin kita terdahulu di masa-masa awal kemerdekaan,” jelas Muzani.

Lebih jauh, Muzani mengingatkan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah derasnya arus informasi global yang berpotensi memicu perpecahan. Ia mengajak masyarakat untuk tetap memperkuat kepercayaan terhadap pemerintah sebagai fondasi stabilitas bangsa.

“Kita tidak boleh mudah terpancing dengan isu-isu yang sensitif yang dapat memecah belah persatuan kita. Sebagai rakyat kita harus membangun rasa kepercayaan kepada pemimpin kita, kepada pemerintah kita, kepada Presiden kita. Dengan kepercayaan yang kuat, maka Indonesia tidak akan mudah dipecah belah,” pungkas Muzani.