INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Video seorang warga di Ratu Jaya, Depok, yang menegur sekelompok remaja karena kebisingan pada dini hari viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi saat suasana Lebaran dan memicu beragam respons dari warganet.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh konten kreator Rizka Putau dan kemudian tersebar luas melalui sejumlah akun media sosial, termasuk akun @depokviral.co.

Dalam video itu, warga yang merasa terganggu terdengar menegur langsung sekelompok remaja yang berkumpul sambil memutar musik dengan suara keras di depan rumahnya sekitar pukul 03.00 WIB.

“Bang, ini depan rumah saya, bisa digeser aja ke rumah kalian? Berisik banget, ini jam 03.00 WIB,” ucapnya dalam video yang dikutip pada Selasa (24/3/2026).

Berdasarkan keterangan yang dibagikan, peristiwa tersebut terjadi pada 22 Maret 2026. Lokasi kejadian disebut berada di depan rumah kosong yang kerap dijadikan tempat berkumpul.

Pemilik video menjelaskan bahwa area tersebut minim penerangan, sehingga sering dimanfaatkan oleh sejumlah anak muda untuk berkumpul. Mereka bahkan menggunakan sound system dengan volume tinggi hingga mengganggu warga sekitar.

Warga yang menegur mengaku sempat mendapat respons yang tidak menyenangkan dari kelompok tersebut. Ia menyebut tegurannya justru dibalas dengan candaan yang dinilai tidak pantas.

“Pas ditegur malah dijawab, ‘Yok salat Subuh, yok!’,” ungkapnya.

Peristiwa serupa juga hampir terulang pada malam berikutnya. Namun, menurut pengakuannya, aksi tersebut berhasil dicegah setelah kembali ditegur oleh pihak keluarga.

“Semalam mau mulai nyetel lagi jam 23.00 WIB, tapi sudah ditegur dan mereka mengerti,” tulisnya dalam kolom komentar.

Video tersebut telah ditonton lebih dari 80 ribu kali dan memicu ratusan komentar dari warganet. Sebagian besar menyoroti pentingnya peran lingkungan, termasuk pengurus RT, dalam menjaga ketertiban.

BACA JUGA:  Supian Suri Ingatkan Camat dan Lurah: Waspada Masalah Sosial, Bangunan Ilegal hingga KDRT!

Sejumlah warganet juga menyampaikan keluhan serupa terkait kebisingan di lingkungan permukiman, serta mendukung tindakan warga yang berani menegur secara langsung.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena mencerminkan persoalan ketertiban di lingkungan permukiman, terutama pada waktu istirahat. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang dan kesadaran bersama untuk menjaga kenyamanan lingkungan dapat ditingkatkan. ***