INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan mendadak ke permukiman warga di bantaran rel kawasan Senen, Jakarta Pusat, dengan pendekatan berbeda. Ia datang tanpa protokol ketat dan menggunakan kendaraan biasa untuk melihat kondisi warga secara langsung.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut kunjungan tersebut tidak direncanakan sebelumnya. Presiden secara tiba-tiba ingin melihat kondisi warga yang tinggal di sekitar rel kereta api.

“Pak Presiden tadi sore tiba-tiba ingin melihat warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api di daerah Senen,” ujar Teddy, Kamis (26/3/2026).

Dalam kunjungan itu, Prabowo disebut tidak menggunakan kendaraan dinas seperti biasa. Ia memilih menggunakan mobil umum dengan pengamanan terbatas.

“Rencananya mau menyamar, pakai mobil biasa dan sedikit sekali Paspampres,” kata Teddy.

Meski dilakukan secara sederhana, kehadiran Presiden tetap diketahui warga. Kunjungan tersebut justru memicu antusiasme masyarakat yang menyambut langsung di lokasi.

Teddy menyebut sejumlah warga mengaku terkejut karena baru pertama kali kawasan tersebut dikunjungi oleh seorang presiden.

Pendekatan tanpa protokol ketat tersebut memungkinkan Presiden berinteraksi langsung dengan warga dan mendengar aspirasi mereka secara lebih dekat.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan komitmen untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat yang masih tinggal di bantaran rel.

“Pak Presiden ingin membangunkan rumah layak untuk warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api,” ujar Teddy.

Momen kunjungan tersebut juga terekam dalam unggahan di media sosial, yang memperlihatkan warga berbondong-bondong menyambut dan berinteraksi langsung dengan Presiden.

Kunjungan mendadak Presiden Prabowo ke bantaran rel Senen dengan pendekatan tanpa protokol ketat menjadi sorotan. Langkah ini dinilai memberi ruang interaksi langsung dengan warga sekaligus menjadi dasar penyerapan aspirasi di lapangan. ***

BACA JUGA:  Kisi-kisi Pidato Prabowo di Sidang Umum PBB, Soroti Semangat Inklusivitas