INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Di tengah bisingnya lalu lalang kereta di kawasan Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, tersimpan kisah perjuangan hidup seorang warga bernama Pak Cono. Selama lebih dari tiga dekade, ia bertahan hidup di bantaran rel dengan harapan sederhana: memiliki tempat tinggal yang layak.

Pak Cono menjalani kehidupan dengan pekerjaan serabutan. Ia tinggal di tenda sederhana bersama istrinya di pinggir rel, sebuah tempat yang jauh dari kata aman dan nyaman, terutama saat hujan dan angin datang.

“Beginilah kalau lagi hujan angin, bocor,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Meski hidup dalam keterbatasan, Pak Cono berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Ia memilih menyewa kamar kontrakan sederhana untuk lima anaknya, sementara dirinya dan sang istri tetap tinggal di tenda.

“Kalau ngontrak kan anak saya lima. Jadi minimal anak saya di kontrakan, saya dan istri di sini,” katanya.

Kisahnya menjadi gambaran nyata kondisi sebagian warga yang masih hidup di bawah keterbatasan di tengah hiruk pikuk ibu kota.

Harapan baru muncul ketika Presiden Prabowo Subianto datang langsung ke lokasi dan berdialog dengan warga. Dalam pertemuan itu, Pak Cono mengaku ditawari kemungkinan mendapatkan hunian berupa rumah susun.

“Kata Pak Prabowo, ‘mau enggak dibikinin rumah susun?’ Saya bilang, mau Pak!” ujar Pak Cono.

Prabowo juga menyampaikan komitmennya untuk membangun hunian layak bagi warga bantaran rel.

“InsyaAllah kita akan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah tersebut dengan cepat,” kata Prabowo.

Harapan serupa juga disampaikan warga lain, yang menyambut kunjungan tersebut dengan rasa syukur dan harapan perubahan.

Bagi Pak Cono, janji pembangunan rumah susun bukan sekadar wacana, melainkan harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Di tengah keterbatasan, ia kini menunggu realisasi janji tersebut menjadi kenyataan. ***

BACA JUGA:  Harlah 100 Tahun NU Digelar Besok di Istora Senayan, Prabowo Dijadwalkan Hadir