DEPOK, INDORAYA TODAY – PT Tirta Asasta Depok menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan menggelar kegiatan susur Sungai Ciliwung dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia, Senin (30/3/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Grand Depok City (GDC), Tirtajaya, Sukmajaya ini menjadi agenda tahunan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari komisaris, dewan, perwakilan pemerintah kota, hingga peserta dari luar instansi.

Direktur Utama PT Tirta Asasta Depok, M. Olik Abdul Holik mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap sumber air baku utama masyarakat Depok, yakni Sungai Ciliwung.

“Ini menjadi momentum bagi kita semua untuk melihat langsung bahwa Sungai Ciliwung adalah sumber air utama yang kita kelola. Maka, sudah seharusnya kita jaga bersama,” ujar Olik.

Ia menjelaskan, susur sungai dilakukan dari kawasan GDC hingga berakhir di sekitar SMPN 34, Pondok Cina, Beji. Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menyusuri sungai, tetapi juga melakukan aksi bersih-bersih dengan mengangkat sampah di sepanjang aliran.

Sebanyak 42 peserta ikut dalam lomba susur sungai ini, ditambah tim pendukung dari unsur stakeholder dan tim rescue, sehingga total yang terlibat mencapai sekitar 50 orang.

Untuk meningkatkan partisipasi, Tirta Asasta juga menyediakan hadiah bagi peserta yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak dan paling sesuai kriteria penilaian. Juara pertama mendapatkan hadiah sekitar Rp3 juta.

Olik menegaskan, kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi PT Tirta Asasta Depok dalam menjaga lingkungan, khususnya dari ancaman sampah yang kerap mencemari sungai.

Menurut dia, kondisi Sungai Ciliwung secara umum masih dalam kategori baik dan layak sebagai sumber air baku. Namun, kualitas air dapat menurun saat terjadi banjir akibat meningkatnya tingkat kekeruhan.

BACA JUGA:  Siap-Siap! Penerimaan Siswa Baru SMKN 5 Depok Resmi Dibuka Tahun Ajaran Ini

“Dalam kondisi normal, kualitas air cukup baik. Hanya saja saat banjir, kekeruhan meningkat sehingga sementara waktu tidak bisa diproduksi. Tapi itu jarang terjadi, paling beberapa kali dalam setahun,” jelasnya.

Ia juga memastikan, untuk lima tahun ke depan, kebutuhan air baku PDAM Depok masih dapat mengandalkan Sungai Ciliwung sebagai sumber utama.

Selain aksi bersih sungai, Tirta Asasta juga melakukan penanaman pohon di sejumlah titik sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Olik mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

“Lingkungan ini tanggung jawab kita bersama. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” pungkasnya.