INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai melakukan penataan kawasan eks Pasar Bogor dengan merelokasi para pedagang kaki lima (PKL) sayur-mayur ke sejumlah pasar resmi, salah satunya Pasar Jambu Dua.

Untuk menjamin keramaian di lokasi baru, Pemkot Bogor melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengarahkan angkutan kota (angkot) masuk ke area pasar.

Pasar Jambu Dua di wilayah Bogor Utara dipilih sebagai titik utama relokasi karena memiliki daya tampung yang lebih besar dibandingkan Pasar Gembrong Sukasari. Kawasan ini disiapkan untuk menampung para pedagang yang sebelumnya berjualan di Jalan Bata, Jalan Roda, Jalan Pedati, dan Jalan Lawang Saketeng.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyatakan bahwa kemudahan akses transportasi menjadi kunci keberhasilan relokasi. Meski lokasi Pasar Jambu Dua tidak berada tepat di bibir jalan raya utama, Pemkot telah menyiapkan skema agar moda transportasi umum melintasi pasar tersebut.

“Kami memastikan angkot masuk ke area Pasar Jambu Dua dan Sukasari. Bahkan, rekayasa angkot Kabupaten Bogor dari berbagai sudut kota juga diarahkan ke kedua pasar ini untuk mempermudah akses pengunjung,” ujar Jenal Mutaqin di Balai Kota Bogor, Rabu (1/4/2026).

Selain pembenahan akses transportasi, Pemkot Bogor juga berencana menggelar berbagai kegiatan menarik untuk menggaet minat belanja masyarakat di pasar resmi. Program seperti pemberian kupon berhadiah (doorprize), diskon khusus, hingga voucer belanja bagi ibu rumah tangga tengah dipersiapkan.

Jenal optimistis bahwa pasar resmi tidak akan sepi pengunjung jika penataan dilakukan secara konsisten. “Beberapa pedagang justru melaporkan kondisi yang mulai ramai karena kedua pasar ini kini menjadi pusat perbelanjaan fokus bagi masyarakat se-Kota Bogor,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemkot Bogor akan terus melakukan pengawasan ketat agar PKL ilegal tidak kembali muncul di kawasan yang telah disterilkan. Langkah ini diambil guna melindungi para pedagang yang telah kooperatif berpindah ke lokasi resmi.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin Terima Penghargaan Kinerja Stunting dari Kemendagri

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, mengungkapkan bahwa kapasitas Pasar Jambu Dua sangat memadai untuk menampung limpahan pedagang dari kawasan eks Pasar Bogor.

“Saat ini PKL sudah mulai masuk dan mengisi lapak yang tersedia. Secara keseluruhan, daya tampung di Pasar Jambu Dua mampu mengakomodasi 900 hingga 1.000 pedagang,” jelas Jenal Abidin.

Dengan adanya jaminan akses transportasi dan fasilitas permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disiapkan sebelumnya, Pemkot Bogor berharap langkah relokasi ini dapat meningkatkan kelas para pedagang serta mengembalikan fungsi estetika dan ketertiban di pusat kota Bogor.