INDORAYATODAY.COM – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mulai mematangkan pengadaan ASN Tahun Anggaran 2026. Fokus utama seleksi tahun ini diarahkan pada penguatan program strategis nasional dan peningkatan kualitas pelayanan dasar.

Menteri PAN-RB, Rini Widyantini, mengisyaratkan kuota yang dibuka mencapai sekitar 160 ribu formasi. Angka ini disesuaikan dengan jumlah ASN yang memasuki batas usia pensiun pada tahun 2026. “Kami sudah mengantongi datanya, kebutuhan diperkirakan sekitar 160 ribu formasi,” ujar Rini di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Meskipun jadwal resmi belum dirilis, pendaftaran diprediksi akan dibuka pada kuartal ketiga (Agustus–Oktober) 2026. Proses seleksi tetap menggunakan portal terintegrasi SSCASN BKN.

Berdasarkan regulasi yang berlaku, calon pelamar wajib memenuhi syarat umum seperti berstatus WNI, berusia 18–35 tahun (khusus jabatan tertentu maksimal 40 tahun), serta tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk memantau kanal resmi pemerintah guna menghindari informasi palsu atau praktik penipuan seleksi.

BACA JUGA:  Pemerintah Serius Siapkan Program 3 Juta Rumah, Atasi Defisit Hunian Nasional