DEPOK, INDORAYA TODAY – Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok menunjukkan keseriusannya dalam mendorong transformasi ekonomi daerah dengan menargetkan Depok sebagai kota industri modern yang berdaya saing. Hal itu disampaikan dalam pandangan umum terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam sidang paripurna di Gedung DPRD Kota Depok, Rabu (8/4/2026).

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Edi Masturo, menegaskan bahwa Raperda tentang Rencana Pembangunan Industri Kota Depok 2026-2046 menjadi langkah strategis dan progresif dalam menjawab tantangan zaman. Menurutnya, dokumen tersebut bukan sekadar rencana teknokratis, melainkan arah besar masa depan Depok sebagai kota industri modern.

“Raperda ini adalah manifestasi transformasi Depok dari kota penyangga menjadi kota industri yang mandiri, berdaya saing, dan bermartabat,” kata Edi dalam rapat paripurna.

Gerindra menilai Depok memiliki modal kuat untuk mewujudkan ambisi tersebut, mulai dari letak geografis strategis di kawasan Jabodetabek, dominasi usia produktif, hingga tren pertumbuhan ekonomi yang terus menunjukkan kinerja positif.

Fraksi Gerindra juga menyoroti pentingnya penguatan sektor industri unggulan seperti makanan dan minuman, pakaian jadi, kimia, serta farmasi. Sektor-sektor ini dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mendorong lahirnya wirausaha lokal.

Tak hanya itu, komitmen terhadap inovasi, digitalisasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia disebut menjadi kunci agar Depok mampu bersaing di era industri 4.0 dan menghadapi dinamika ekonomi global.

Selain sektor industri, Fraksi Gerindra turut memberikan perhatian serius terhadap Raperda Penyelenggaraan Perhubungan. Regulasi ini dinilai menjadi jawaban visioner atas kompleksitas mobilitas di Kota Depok yang terus berkembang.

Gerindra menilai pembangunan sistem transportasi modern dan terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak. Integrasi antarmoda, pemanfaatan teknologi, hingga pengembangan kawasan berbasis transit dianggap sebagai langkah konkret menuju transportasi publik yang lebih tertib dan efisien.

BACA JUGA:  Fraksi Gerindra DPRD Depok Soroti Infrastruktur dan Layanan Publik dalam Laporan Reses

“Transportasi bukan sekadar mobilitas, tapi fondasi pertumbuhan ekonomi dan kualitas pelayanan publik,” ujar Edi.

Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Fraksi Gerindra juga menyambut positif Raperda tentang perubahan struktur perangkat daerah. Penataan kelembagaan dinilai sebagai langkah progresif untuk menciptakan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi hasil.

Pemisahan fungsi keuangan menjadi BPKAD dan Bapenda disebut sebagai strategi memperkuat akuntabilitas sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sementara penggabungan sektor koperasi, UMKM, perdagangan, dan perindustrian dinilai akan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih terintegrasi.

Gerindra menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan bentuk keberpihakan nyata terhadap pelaku usaha lokal sekaligus upaya meningkatkan daya saing ekonomi Depok secara menyeluruh.

Dengan berbagai terobosan itu, Fraksi Gerindra optimistis ketiga Raperda tersebut akan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan Depok yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Sebagai penutup, Fraksi Gerindra menyatakan dukungan penuh terhadap pembahasan lanjutan ketiga Raperda tersebut sesuai mekanisme yang berlaku. Dukungan ini menjadi bukti komitmen politik untuk menghadirkan Depok sebagai kota maju, modern, dan berdaya saing tinggi.