INDORAYATODAY.COM – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan bahwa kemitraan antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Australia merupakan sumber ketahanan di tengah ketidakpastian global. Untuk itu, ia mendorong agar kerja sama di sektor-sektor strategis diperdalam.
Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Sugiono saat mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam acara “5th ASEAN – Australia Summit” di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Selasa (28/10/2025).
Menurut Sugiono, ASEAN dan Australia terhubung oleh faktor geografis serta prinsip-prinsip bersama yang tertuang dalam dokumen penting seperti Piagam ASEAN dan Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama (TAC).
Indonesia, lanjut Menlu, menyambut baik dukungan Australia terhadap Visi Komunitas ASEAN 2045, yang mencerminkan komitmen bersama untuk masa depan yang aman, tangguh, dan sejahtera.
Dalam isu politik dan keamanan, pencegahan konflik, keamanan maritim, kontraterorisme, dan kejahatan transnasional tetap menjadi landasan kerja sama kedua pihak.
“Kami menyambut baik pengesahan Pernyataan Bersama Para Pemimpin tentang Pencegahan Konflik dan Manajemen Krisis dalam Arsitektur Regional yang dipimpin ASEAN pada kesempatan ini,” ujar Menlu RI, mengutip keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (29/10).
Ia menekankan bahwa hal ini mencerminkan komitmen kedua pihak untuk membina perdamaian, mengurangi risiko kesalahpahaman, dan mencegah konflik di kawasan.
Di sisi ekonomi, Sugiono menyoroti bahwa fundamental perdagangan dan investasi antara ASEAN dan Australia menunjukkan penguatan. Perdagangan dua arah tercatat meningkat hampir 6 miliar dolar Australia, sementara nilai investasi Australia di ASEAN meningkat hampir 2 miliar dolar Australia pada periode 2023–2024.
“Namun masih ada ruang untuk berkembang dan kemajuan yang harus dicapai,” kata Menlu RI di hadapan para pemimpin, termasuk Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.
Menlu Sugiono menyerukan agar kedua belah pihak bersatu memperkuat Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru (AANZFTA) dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP). Tujuannya adalah memastikan kawasan Asia Tenggara tetap menjadi mesin utama perdagangan dan investasi global.
“Berlandaskan momentum ini, kita memiliki peluang untuk memperdalam kerja sama di sektor-sektor strategis, khususnya di bidang energi, mineral penting, kesehatan dan ketahanan pangan,” tandasnya.
Selain itu, Menlu juga mengajak semua pihak untuk mengoptimalkan Strategi Ekonomi Asia Tenggara Australia dan memobilisasi Jaringan Bisnis Indo-Pasifik ASEAN guna mencapai tujuan bersama, termasuk dalam menghubungkan pasar keuangan dan memberdayakan generasi bisnis baru.
Terakhir, ia menyebut ikatan antarmasyarakat ASEAN-Australia sangat alami, tercermin dari 4,9 juta kunjungan warga Australia ke ASEAN tahun lalu. “Kita harus memperdalam kolaborasi di bidang pendidikan, olahraga, dan seni,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan