INDORAYATODAY.COM – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memajukan ekonomi kerakyatan diperkuat melalui pelatihan besar-besaran bagi 300 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kegiatan bertajuk AI for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) Advancement in ASEAN (AIM ASEAN) ini diselenggarakan di Gedung DPRD Kota Bogor, Selasa (11/11), bertujuan membekali UMKM dengan keterampilan di era kecerdasan buatan (AI).

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan ikhtiar nyata pemerintah pusat yang berkolaborasi dengan Pemkot Bogor untuk memicu kesadaran masyarakat agar melek terhadap perkembangan zaman.

“Ini adalah ikhtiar dari pemerintah pusat melalui pelatihan yang berkolaborasi dengan Pemkot Bogor untuk menjadi pemicu masyarakat agar melek terhadap perkembangan zaman,” ujar Jenal.

Jenal Mutaqin menekankan bahwa AI harus dipahami sebagai sarana untuk memperluas jangkauan usaha, bukan sebagai pengganti kreativitas dan jati diri pelaku UMKM.

“AI ini perangkat yang diharapkan bisa memperluas peluang usaha melalui digitalisasi dan pemasaran yang lebih luas,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa Pemkot Bogor juga terus mengembangkan program pendampingan dan inkubasi bisnis melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukmdagin) untuk membantu pelaku usaha naik kelas.

“Ini wujud peran pemerintah hadir agar bagaimana UMKM menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang grass root, langsung menyentuh kepada publik,” kata Jenal.

Pelatihan ini turut dihadiri oleh Staf Khusus (Stafsus) Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, dan Stafsus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto.

Tiar Nabilla Karbala menyebut, pelatihan ini bertujuan memperkenalkan AI sebagai alat bantu transformatif agar UMKM dapat melakukan digitalisasi secara berkelanjutan. “AI ini mampu membantu teman-teman supaya melakukan transformasi digital agar usahanya lebih baik dan lebih besar lagi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Juara SDGs Action Award 2025, Inovasi Ngupahan Bogor Akan Dibawa ke Markas PBB

Senada dengan hal tersebut, Yovie Widianto menilai potensi ekonomi kreatif Kota Bogor luar biasa besar, terutama di sektor kebudayaan, kuliner, dan pariwisata.

“Dengan AI dan digitalisasi, semua potensi ini bisa menjadi trigger untuk memperbesar kapasitas dan membawa Bogor ke level yang lebih tinggi,” kata Yovie, berharap dukungan teknologi digital dan semangat kolaboratif dapat menjadikan Bogor salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang menjadi ciri khasnya.