DEPOK, INDORAYA TODAY – Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Depok, Igun Sumarno, menegaskan bahwa hadirnya program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) merupakan solusi konkret atas persoalan tahunan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau SPMB yang selalu membuat masyarakat kewalahan. Hal itu disampaikan Igun saat menjadi narasumber pada Forum Diskusi Publik Indoraya Today Institute edisi ke-3 di Cafe Activator, Pancoran Mas, Depok, Rabu (19/11/2025).

Menurut Igun, RSSG lahir dari kegelisahan atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri dan biaya pendidikan di sekolah swasta. “Jadi lahirnya RSSG ini, akibat tiap tahun kita selalu dipusingkan pada saat penerimaan siswa, ini yang menjadi masalah,” ujarnya dalam forum tersebut.

Igun menjelaskan bahwa selama 20 tahun pembangunan sekolah negeri di Depok belum terealisasi secara maksimal. Pemerintah terkendala persoalan sarana, lahan, hingga standar luas bangunan yang sulit dipenuhi. “Awalnya bangun SMP tiap kecamatan, tiap kelurahan, bangun SMA tiap kecamatan. Ini sudah 20 tahun tidak realisasi di Depok,” tegasnya.

Ia menambahkan, persoalan juga muncul dari kualitas tenaga pendidik yang tidak merata di beberapa sekolah. Igun meminta agar sekolah rintisan mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah. “Sekolah yang ada belum tentu pengajarnya 100 persen kuliah negeri. Lalu yang paling parah lagi banyak guru yang tidak linier,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Igun, RSSG hadir untuk memastikan pemerataan kualitas tanpa membedakan status ekonomi masyarakat. Program ini tidak hanya untuk warga prasejahtera, tetapi berlaku bagi semua keluarga di Kota Depok. “RSSG ini tidak untuk dikhususkan kepada orang-orang miskin, tapi orang kaya pun sama, tetap digratiskan,” tegasnya.

Igun juga menekankan bahwa pemerintah wajib menjaga kualitas sekolah swasta yang menjadi bagian dari RSSG, termasuk peningkatan akreditasi dan pelatihan tenaga pendidik. Ia mengapresiasi adanya pendampingan dari universitas-universitas, termasuk UNJ, dalam meningkatkan mutu. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa Depok serius memperbaiki kualitas pendidikan.

BACA JUGA:  Saat Muzani Ceritakan Kisah Monumental di Balik Lahirnya Pancasila

Lebih jauh, Igun memastikan bahwa program RSSG telah mampu meningkatkan daya serap pendidikan di Depok. Ia menyebut tidak ada lagi anak yang tidak bersekolah karena alasan biaya atau tidak diterima di sekolah negeri. “Dan saya sampai ini bisa membuktikan bahwa tidak ada yang katanya tidak bersekolah, semua bersekolah,” tegasnya.

Diskusi publik ini juga menghadirkan sejumlah narasumber lain, seperti Sekretaris Komisi D DPRD Depok Siswanto, Kabid SMP Dinas Pendidikan Depok M Yusuf, dan Praktisi Pendidikan Rifky Pratama. Forum tersebut mengusung tema “Mimpi Sekolah Gratis di Kota Penyangga: Efektivitas dan Tantangan Program RSSG Depok” dan dihadiri para guru serta mahasiswa dari berbagai kampus.