INDORAYATODAY.COM — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, tak kuasa menahan air mata saat diwawancarai oleh jurnalis senior Najwa Shihab.

Mualem menunjukkan kesedihan mendalam. Dalam sesi wawancara yang disiarkan melalui kanal YouTube Najwa Shihab, Mualem ditanya mengenai keterbatasan wewenang yang tanpa adanya status bencana nasional.

“Mualem, soal status bencana yang bukan status bencana nasional. Apakah itu menyulitkan Mualem sebagai Gubernur Provinsi Aceh menangani bencana ini?” tanya Najwa Shihab, dikutip pada Selasa (9/12/2025).

Mualem menjawab bahwa secara prinsip, dia merasa terbatas wewenangnya, dan hanya bisa berusaha dan berdoa yang terbaik untuk masyarakat Aceh.

“Ya, saya pada prinsipnya tidak, tidak apa, hanya berusaha, hanya berdoa,” jawab mantan pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu.

Usai menjawab, Mualem tampak tertunduk dan tak mampu membendung air matanya. Dengan suara yang tertahan, Mualem berharap agar bantuan segera sampai dan bisa menolong rakyat Aceh.

“Semoga bantuan-bantuan dapat berada di Aceh. Dapat orang tolong ke Aceh seperti itu,” katanya sembari menahan tangis.

Najwa Shihab pun mengapresiasi perjuangan Mualem yang telah berjuang siang malam menyalurkan bantuan langsung kepada rakyat, meskipun dalam kondisi sulit.

“Kita tahu Mualem setiap malam selalu keliling ketemu rakyat, bawa bantuan langsung sendiri, kasih langsung ke rakyat. Saya tidak bisa membayangkan betapa beratnya Mualem harus melihat rakyat,” ujar Najwa Shihab.

Mualem menanggapi bahwa sebagai pemimpin di tengah bencana besar, ia hanya bisa berserah kepada Tuhan. “Kita hanya besar diri kepada Allah. Apa yang ada kita terima dan kita usaha terima itu saja,” timpal Mualem dengan tegar.

Sebelumnya, Mualem juga telah melaporkan kondisi di Aceh, termasuk melonjaknya harga sembako, kepada Presiden Prabowo Subianto yang merespons dengan positif.

BACA JUGA:  Heboh! Kostum Persib Jadi Barang Berharga yang Diselamatkan dari Lumpur Pasca Banjir Aceh

Mualem juga sempat memberikan teguran keras kepada para bupati yang dinilai acuh dan meninggalkan daerah saat bencana.