DEPOK, INDORAYA TODAY – Sepuluh bulan kepemimpinan Wali Kota Depok Supian Suri mulai meninggalkan jejak perubahan yang dirasakan warga, khususnya pada sektor layanan kesehatan dan pembangunan infrastruktur dasar.

Wahyu Prastya, warga Jalan Nurjaman RT 03, RW 011, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, menyebut penilaian kinerja kepala daerah dalam waktu singkat memang belum bisa dilakukan secara menyeluruh. Namun, ia mengakui sejumlah kebijakan sudah mulai menunjukkan dampaknya.

“Untuk menilai baik atau buruk, saya belum bisa sepenuhnya karena baru 10 bulan menjabat. Tapi ke depan tentu bisa kita lihat dari program dan kebijakannya,” ujar Wahyu saat dimintai tanggapan, Selasa (2/1/2026).

Salah satu program yang mulai diketahui masyarakat adalah layanan Puskesmas gratis. Meski demikian, Wahyu menilai sosialisasi kebijakan tersebut masih perlu diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga.

“Banyak warga yang belum tahu ada kebijakan Puskesmas gratis. Saya sendiri belum mencoba langsung ke Puskesmas,” kata dia.

Di sisi lain, Wahyu menilai pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah mengalami peningkatan. Fasilitas kesehatan kini dinilai lebih terbuka bagi masyarakat, terutama penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan skema Universal Health Coverage (UHC).

“Pelayanan di rumah sakit, termasuk RSUD ASA, mulai membaik. Sekarang penerima KIS dan UHC lebih terlayani,” ujarnya.

Namun, ia juga mencatat masih adanya pekerjaan rumah pada pelayanan Puskesmas, khususnya terkait antrean dan jam operasional. Menurut Wahyu, kondisi tersebut masih menjadi keluhan warga di wilayah Cimanggis.

“Di Puskesmas Cisalak atau yang dekat Polsek Cimanggis, antreannya panjang dan jam pelayanannya masih terbatas. Ada yang jam 2 siang sudah tutup,” ungkap Wahyu.

Ia menilai, keterbatasan jam layanan Puskesmas kurang ideal bagi warga yang membutuhkan penanganan cepat. Wahyu pun berharap jam operasional dapat diperpanjang demi meningkatkan kualitas layanan publik.

BACA JUGA:  Wali Kota Depok Supian Suri Canangkan Program Pemberantasan Buta Huruf Al-Quran

“Orang sakit tidak mungkin disuruh menunggu lama. Idealnya Puskesmas buka dari pagi sampai sore,” katanya.

Selain sektor kesehatan, Wahyu juga merasakan perubahan pada pembangunan fisik di wilayahnya. Ia menyebut perbaikan turap kali dan rencana pembangunan underpass sebagai bentuk nyata pembangunan yang mulai berjalan.

“Yang saya rasakan ada perbaikan turap-turap kali di sekitar rumah dan rencana pembangunan underpass,” ucap Wahyu.

Meski demikian, Wahyu menegaskan penilaian menyeluruh terhadap kepemimpinan Supian Suri baru bisa dilakukan dalam jangka waktu lebih panjang.

“Untuk 10 bulan ini belum bisa dinilai secara keseluruhan. Mungkin satu atau dua tahun ke depan baru bisa terlihat jelas,” ujarnya.

Ia berharap ke depan Pemkot Depok terus memperkuat program UHC agar masyarakat kurang mampu mendapatkan akses kesehatan tanpa hambatan biaya.

“UHC sangat membantu warga kalangan bawah yang tidak mampu membayar BPJS. Semoga ke depan layanan kesehatan, pendidikan, dan lingkungan bisa makin baik,” pungkasnya. (Taufik Imanda)