INDORAYATODAY.COM — Nama Sugianto (31 tahun) mungkin terdengar asing bagi publik tanah air. Namun, di Korea Selatan, nelayan asal Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Indramayu ini dikenal sebagai pahlawan kemanusiaan.

Keberaniannya menyelamatkan tujuh nyawa warga lanjut usia (lansia) dari kobaran api membawanya meraih penghargaan bergengsi langsung dari Presiden Korea Selatan.

Peristiwa heroik itu terjadi pada Maret 2025, saat kebakaran hutan hebat melanda wilayah Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara. Sugianto yang tengah bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor perikanan, tanpa ragu menerjang bahaya demi menyelamatkan warga yang terjebak.

Tanpa memikirkan keselamatan diri sendiri, Sugianto membangunkan para lansia yang terlelap di dalam rumah saat api mulai membesar. Ia bahkan menggendong mereka yang sudah tidak mampu berjalan menuju tempat yang aman. Berkat aksi sigapnya, seluruh korban berhasil diselamatkan dari tragedi tersebut.

Atas kontribusi luar biasa itu, pemerintah Korea Selatan memberikan pengakuan tertinggi negara. Sugianto menjadi satu-satunya warga negara asing yang diundang dalam seremoni khusus bersama Presiden Korea Selatan.

“Saya sama sekali tidak menyangka. Rasanya seperti mimpi bisa bertemu dan diakui oleh kepala negara di negeri orang. Bahkan warga lokal pun mengatakan sangat sulit untuk bisa bertemu langsung dengan Presiden mereka,” ujar Sugianto saat dihubungi melalui panggilan video dari kediamannya di Indramayu, Ahad (4/1/2026).

Aksi Sugianto tidak hanya menuai pujian di Korea Selatan, tetapi juga menjadi perbincangan hangat di media sosial tanah air. Ia berharap tindakan kecilnya dapat menjadi motivasi bagi rekan-rekan sesama PMI di seluruh dunia untuk senantiasa menebar kebaikan.

“Semoga ini bisa menjadi inspirasi. Intinya, kita sudah seharusnya saling bantu dan tolong-menolong tanpa memandang perbedaan bangsa atau bahasa,” ucapnya dengan rendah hati.

BACA JUGA:  Steve Forbes Sebut Dunia Butuh Pemimpin Kuat seperti Prabowo Subianto

Sebagai bentuk apresiasi lanjutan, Pemerintah Korea Selatan dikabarkan tengah mempertimbangkan pemberian visa jangka panjang (F-2) bagi Sugianto. Meski banyak tawaran pekerjaan lain yang berdatangan berkat popularitasnya, Sugianto memilih tetap setia menjalani profesinya sebagai nelayan karena telah menganggap rekan kerja dan majikannya sebagai keluarga sendiri.

Kisah Sugianto menjadi bukti nyata bahwa keramahan dan jiwa penolong bangsa Indonesia diakui di mata dunia. Ia telah menunjukkan bahwa misi kemanusiaan melampaui batas-batas negara.