INDORAYATODAY.COM – PSSI secara resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih anyar Tim Nasional Indonesia dalam acara yang digelar di Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026). Pelatih berkebangsaan Inggris tersebut menegaskan kesiapannya menghadapi ekspektasi tinggi publik sepak bola Tanah Air demi membangun tim yang lebih kuat.
Bagi Herdman, salah satu kunci utama kemajuan Timnas Indonesia adalah integrasi pemain. Ia berkomitmen untuk menyatukan potensi pemain diaspora dengan pemain lokal tanpa membeda-bedakan latar belakang mereka.
“Bagi saya, saya tidak melihat paspor mereka. Saya melihat peluang, dan yang terpenting adalah menerima keberagaman ini sebagai kekuatan besar untuk Garuda,” ujar Herdman di hadapan awak media dan jajaran pengurus PSSI.
Herdman menyadari adanya tekanan besar menyusul kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2026. Namun, ia menilai tekanan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab besar yang harus dipikulnya sebagai nakhoda baru. Ia bertekad mengubah beban ekspektasi publik menjadi energi positif bagi para pemain.
“Kami akan mengolah tekanan itu menjadi sebuah berkah. Ini adalah peluang besar yang akan terus saya bagikan kepada para pemain. Saya pernah mengalami momen ketika sebuah negara berhenti sejenak karena tim nasionalnya lolos (ke Piala Dunia) untuk pertama kalinya,” tutur pelatih yang sukses membawa Kanada kembali ke panggung Piala Dunia pada 2022 setelah penantian 36 tahun.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Kemenpora, PSSI mengikat John Herdman dengan kontrak berdurasi dua tahun. Terdapat pula opsi perpanjangan kontrak selama dua tahun ke depan sebagai bagian dari proyek jangka panjang menyongsong kualifikasi Piala Dunia 2030.
Rekam Jejak Mentereng
Pelatih berusia 50 tahun ini memiliki catatan historis sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri lolos ke putaran final Piala Dunia FIFA.
Sebelum sukses bersama tim putra Kanada, Herdman lebih dulu mengantar tim nasional putri Selandia Baru tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011. Ia juga mencetak prestasi gemilang dengan mempersembahkan dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada edisi 2012 dan 2016. Di bawah arahannya, peringkat FIFA Kanada meroket tajam dari posisi 77 ke peringkat 33 dunia.

Tinggalkan Balasan