DEPOK, INDORAYA TODAY – Komisi B DPRD Kota Depok menegaskan komitmennya mengawal kinerja PT Tirta Asasta Depok agar semakin profesional dan berdaya saing. Hal itu ditegaskan saat kunjungan kerja Komisi B ke perusahaan daerah penyedia air bersih tersebut, Rabu (14/1/2025).

Ketua Komisi B DPRD Depok, Hamzah, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari pengawasan berkala terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) strategis milik Pemerintah Kota Depok. Menurut dia, Tirta Asasta merupakan perusahaan daerah kebanggaan yang harus terus didorong meningkatkan pendapatan sekaligus kualitas pelayanan.

“Kunjungan kerja ini bentuk pengawasan rutin Komisi B. Kami mengapresiasi kinerja PDAM, termasuk penambahan sambungan langganan yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Hamzah.

Selain memberikan apresiasi, Komisi B juga secara terbuka menyatakan dukungan terhadap rencana PT Tirta Asasta Depok untuk melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Namun, Hamzah menegaskan, langkah tersebut harus dibarengi kesiapan menyeluruh.

“Kami mendukung penuh PDAM untuk go public atau IPO. Tapi dukungan itu disertai catatan, perusahaan harus benar-benar siap, baik dari sisi hukum, tata kelola, hingga kesehatan keuangan,” ujar Hamzah.

Komisi B DPRD Depok, lanjut Hamzah, telah menyampaikan sejumlah saran strategis agar Tirta Asasta layak menuju IPO. Salah satunya menyangkut kepastian badan hukum perusahaan daerah agar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang BUMD dan pasar modal.

“Pemisahan peran antara pemerintah daerah sebagai regulator dan PDAM sebagai operator harus tegas. Kepastian aset juga penting, mulai dari sertifikasi hingga penilaian ulang aset jaringan dan instalasi,” ucapnya.

Dari sisi tata kelola, Komisi B mendorong penerapan prinsip good corporate governance (GCG) secara konsisten, termasuk penguatan peran dewan komisaris independen dan komite audit. Selain itu, manajemen profesional dengan indikator kinerja yang jelas dinilai menjadi prasyarat mutlak.

BACA JUGA:  Sentil Hedon Istri Pejabat, Babai Suhaimi Puji Bimtek KPK di DPRD Depok

Tak kalah penting, Hamzah menekankan perbaikan kesehatan keuangan perusahaan. Ia menyoroti perlunya pengendalian kebocoran air atau non-revenue water (NRW), perbaikan arus kas, serta diversifikasi sumber pendapatan agar Tirta Asasta memiliki fondasi bisnis yang kuat.

Komisi B DPRD Depok juga meminta PDAM mempercepat digitalisasi layanan dan memperkuat standar pelayanan pelanggan. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik, terutama jika perusahaan bersiap masuk ke pasar modal.

Hamzah menegaskan, Komisi B akan terus mengawal setiap tahapan transformasi PT Tirta Asasta Depok. Menurut dia, IPO bukan sekadar target finansial, tetapi juga momentum mendorong BUMD air minum menjadi lebih transparan, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.