DEPOK, INDORAYA TODAY – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menjadikan Kota Depok sebagai ruang refleksi bersama tentang makna beragama yang berpijak pada kesadaran menjaga alam dan lingkungan. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Ibadah dan Perayaan Natal Kota Depok di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kamboja, Pancoran Mas, Minggu (25/1/2026) malam.

Dalam pidatonya, KDM mengajak umat untuk kembali pada esensi beragama, bukan sekadar pada simbol, atribut, maupun kebanggaan organisasi. Menurut dia, pendekatan keagamaan yang berhenti pada aksesoris justru menjauhkan manusia dari kebahagiaan dan nilai ketuhanan yang sejati.

“Kalau kita beragama hanya pada pendekatan organisasi dan kelembagaan, yang muncul bukan kedekatan dengan Tuhan, tapi kesombongan karena jumlah anggota yang semakin banyak,” ujar KDM.

Ia menegaskan, Tuhan tidak pernah memerintahkan manusia memperbesar organisasi atau memperbanyak jamaah. Yang diperintahkan, kata dia, adalah memperbanyak kesadaran dan menyadarkan sesama, karena kesadaran merupakan nilai universal yang melampaui sekat-sekat rumah ibadah.

KDM kemudian mengaitkan pesan keagamaan itu dengan isu lingkungan hidup. Ia mengingatkan bahwa alam semesta merupakan “rumah ibadah besar” yang sering kali diabaikan, bahkan dirusak, atas nama pembangunan dan kepentingan manusia.

“Jangan sampai kita membangun rumah ibadah dengan cara membabat hutan, melakukan ilegal logging, menambang secara ilegal, atau menggunakan uang-uang haram dan koruptif,” katanya.

Menurut KDM, bangunan rumah ibadah bisa saja tampak megah, tetapi kehilangan makna jika dibangun dengan merusak alam. Dalam kondisi seperti itu, kata dia, Tuhan tidak hadir dalam relung jiwa manusia karena ruang ketuhanan telah tertutup oleh keserakahan.

Ia menekankan, seluruh alam raya sejatinya adalah tempat ibadah yang sesungguhnya. Karena itu, menjaga hutan, tanah, air, dan udara merupakan bagian dari wujud iman dan ketakwaan yang nyata.

BACA JUGA:  Disdik Depok Panggil Kepsek SMPN 13 Buntut Dugaan Ancam Wartawan

“Alam hari ini memanggil kita. Bumi memanggil kita. Semesta memanggil kita. Yang diminta sederhana: hentikan keserakahan dan hentikan kesombongan, karena alam telah kita buat menderita,” ujar KDM.

Kegiatan perayaan Natal tersebut turut dihadiri Wali Kota Depok Supian Suri, Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras, Dandim Depok Kolonel Triono Iqbal, anggota DPRD Jawa Barat Pradi Supriatna, serta sejumlah tokoh dan undangan lainnya.