DEPOK, INDORAYA TODAY – Bukan di ruang rapat atau podium resmi, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras memilih duduk di Pos Satkamling, ditemani secangkir kopi dan warga. Dari obrolan sederhana itulah, strategi menjaga keamanan Kota Depok dirajut.
Sabtu malam (24/1/2026), Abdul Waras memimpin langsung kegiatan Ngopi Kamtibmas di Pos Satkamling RT 03 RW 11, Perumahan Poin Mas, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas. Kegiatan dimulai pukul 19.30 WIB dan berlangsung dalam suasana akrab.
Bagi Kapolres, Ngopi Kamtibmas bukan sekadar seremonial. Ia menyebut forum ini sebagai ruang mendengar langsung keluhan warga, mencatat persoalan, sekaligus mencari solusi konkret terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Lewat dialog langsung seperti ini, kami bisa mengetahui apa yang benar-benar dirasakan warga dan menentukan langkah yang tepat untuk menjaga Kamtibmas,” kata Abdul Waras, dalam keterangan resminya, dikutip Senin (26/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Abdul Waras menyoroti persoalan tawuran yang masih kerap melibatkan remaja usia sekolah. Berdasarkan pemetaan kepolisian, sebagian besar pelaku tawuran yang diamankan masih berada dalam pengawasan orang tua.
Kapolres pun menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah anak-anak terjerumus ke aksi kekerasan. Ia mengajak orang tua, RT, RW, hingga tokoh masyarakat untuk aktif mengawasi dan membina generasi muda.
Tak hanya soal keamanan, Abdul Waras juga mengapresiasi RW 11 Kelurahan Rangkapan Jaya yang telah memiliki sistem pengolahan sampah terpadu sejalan dengan Program Kampung Iklim (Proklim). Menurutnya, langkah tersebut membantu mengurangi beban TPA Cipayung yang kini mendekati kapasitas maksimal.
Ia berharap inisiatif pengelolaan sampah berbasis lingkungan itu bisa menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Depok, sekaligus menunjukkan bahwa keamanan dan kepedulian lingkungan bisa berjalan beriringan.
Kegiatan Ngopi Kamtibmas ini turut dihadiri jajaran pimpinan Polres Metro Depok, unsur TNI, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran lintas unsur itu memperkuat pesan sinergi dalam menjaga lingkungan.
Malam itu, pos ronda bukan sekadar tempat berjaga. Ia berubah menjadi ruang dialog, tempat Kapolres dan warga menyamakan persepsi tentang keamanan kota.
Dari cangkir kopi dan obrolan santai, Kapolres Metro Depok menunjukkan bahwa menjaga Kamtibmas bisa dimulai dari mendengar, mendekat, dan hadir langsung di tengah warga.

Tinggalkan Balasan