DEPOK, INDORAYA TODAY – Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan komitmen Pemerintah Kota Depok untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor.
Supian mengungkapkan, dalam Rakornas tersebut Presiden Prabowo menyampaikan tiga poin teknis yang langsung menjadi perhatian pemerintah daerah, termasuk Kota Depok. Arahan itu dinilai sederhana, namun berdampak besar bagi wajah kota dan kualitas lingkungan.
Poin pertama yang ditekankan Presiden Prabowo adalah penataan kota, khususnya terkait keberadaan billboard dan baliho. Presiden meminta agar baliho yang berlebihan dibersihkan karena dinilai mengganggu kenyamanan visual kota.
“Beliau tidak nyaman melihat banyak baliho. Ini menjadi concern kita untuk segera dibenahi,” ujar Supian saat ditemui di Balai Kota Depok, Rabu (4/2/2026).
Arahan kedua menyangkut penataan permukiman, khususnya penggunaan atap rumah. Presiden Prabowo berharap rumah-rumah warga kembali menggunakan genteng, sebagaimana kondisi di Depok yang dinilai sudah cukup baik dibandingkan sejumlah daerah lain.
Sementara poin ketiga yang mendapat perhatian serius adalah soal kebersihan. Presiden menekankan bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab semua pihak, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, hingga masyarakat dan lingkungan sekolah.
“Beliau bahkan mendorong semua pihak membersihkan lingkungan kerja masing-masing dan sekitarnya. Anak-anak sekolah juga diarahkan untuk ikut membersihkan sampah,” kata Supian.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemkot Depok akan memperkuat program kebersihan yang sudah berjalan, seperti Jumat Bersih (Jumsih), dengan penyesuaian waktu dan mekanisme sesuai kondisi daerah.
Di sisi lain, Supian menyampaikan bahwa Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya penyelesaian masalah sampah secara menyeluruh, termasuk mendorong pengolahan sampah menjadi energi listrik. Meski Depok belum menjadi prioritas utama karena tergabung dalam wilayah Bogor Raya, Pemkot tetap mencari solusi alternatif.
Saat ini, Pemkot Depok tengah memproses kerja sama dengan pihak ketiga melalui skema tipping fee, di mana sampah diselesaikan sesuai tonase dan pemerintah membayar berdasarkan jumlah sampah yang diolah. Program tersebut ditargetkan bisa mulai berjalan tahun ini.
Selain di hilir, Pemkot Depok juga mendorong penyelesaian sampah dari hulu. Pengelolaan sampah organik dan anorganik akan diperkuat hingga tingkat RT dan RW, termasuk mendorong penggunaan anggaran lingkungan untuk solusi sampah mandiri.
Tak hanya itu, Supian menyebut keterlibatan PKK juga dioptimalkan, termasuk dalam pengelolaan minyak jelantah yang kini memiliki nilai ekonomis. Pemkot Depok bahkan telah bekerja sama dengan pihak Grenia untuk menukar minyak jelantah menjadi minyak bersih.
“Upaya ini terus kita dorong agar cita-cita Kota Depok yang bersih dan tertata bisa benar-benar terwujud,” pungkas Supian.

Tinggalkan Balasan