INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah dengan menahan makan dan minum sejak terbit fajar hingga waktu Magrib. Meski terjadi perubahan ritme tubuh, aktivitas harian termasuk berkendara tetap dapat dilakukan secara aman dengan manajemen fisik dan emosi yang baik.
Puasa di Indonesia berlangsung sekitar 13 jam per hari. Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi, terutama jika kurang tidur atau asupan gizi tidak terpenuhi. Karena itu, pengemudi dianjurkan mempersiapkan perjalanan dengan matang.
Salah satu langkah awal yang disarankan adalah berdoa sebelum berkendara serta merencanakan rute perjalanan. Pengemudi juga disarankan menghindari jam padat dan memanfaatkan peta digital untuk memilih jalur alternatif.
Selain itu, menjaga kesabaran dan kewaspadaan menjadi faktor penting. Berkendara secara stabil, menghindari manuver mendadak, serta membatasi kecepatan dapat mengurangi risiko kecelakaan.
Istirahat yang cukup juga menjadi kunci. Waktu tidur ideal berkisar 7–9 jam agar tubuh tetap bugar dan fokus selama berkendara. Jika merasa lelah, pengemudi disarankan menepi dan beristirahat sejenak.
Perhatikan Asupan dan Waktu Ibadah
Pemenuhan gizi seimbang saat sahur dan berbuka berperan dalam menjaga energi selama beraktivitas, termasuk mengemudi. Selain itu, memanfaatkan waktu istirahat untuk menunaikan salat atau membaca Al-Qur’an dapat membantu menenangkan pikiran dan mengendalikan emosi.
Kondisi mental yang stabil dinilai penting untuk menjaga konsentrasi di jalan. Dengan emosi yang terkontrol, pengemudi dapat lebih responsif terhadap situasi lalu lintas.
Hal yang Perlu Dihindari
Pengemudi diimbau tidak menggunakan bahu jalan tol, tidak makan atau minum saat berkendara (saat berbuka puasa), serta tidak memakai headphone karena dapat mengurangi fokus. Mengemudi dalam kondisi sangat lelah atau mengantuk juga berisiko tinggi terhadap keselamatan.
Berkendara saat puasa tetap aman jika disertai persiapan fisik, pengaturan waktu, serta pengendalian emosi. Dengan menjaga fokus, memenuhi kebutuhan istirahat, dan mematuhi aturan lalu lintas, perjalanan selama Ramadhan dapat berlangsung nyaman dan selamat. ***

Tinggalkan Balasan