INDORAYATODAY.COM – Stabilitas keamanan di Meksiko berada dalam kondisi mengkhawatirkan jelang perhelatan Piala Dunia 2026 pada Juni mendatang.

Gelombang kekerasan pecah di berbagai wilayah menyusul tewasnya bos Kartel Jalisco Nueva Generacion (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho”, dalam operasi militer pada Minggu (22/2/2026).

Situasi ini memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat, khususnya di Guadalajara yang dijadwalkan menjadi salah satu kota tuan rumah turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Warga melaporkan adanya baku tembak sengit antara aparat keamanan dan gembong narkoba yang telah melumpuhkan aktivitas publik.

Masyarakat lokal menilai eskalasi kekerasan ini berpotensi mencoreng citra Meksiko di mata internasional. Maria Dolores Aguirre, seorang warga di negara bagian Jalisco, menyebut pemerintah harus bertindak cepat guna memulihkan keamanan agar tidak berdampak pada kehadiran penonton dari mancanegara.

“Seluruh dunia menyaksikan apa yang terjadi. Tentu saja, orang-orang akan berpikir ulang untuk datang ke sini demi Piala Dunia jika keamanan tidak ditingkatkan,” ujar Aguirre dalam keterangannya, Selasa (24/2).

Laporan resmi otoritas setempat mencatat sedikitnya 70 orang tewas dalam operasi yang menewaskan pemimpin kartel tersebut. Para pengamat keamanan memperingatkan bahwa jumlah korban dapat terus bertambah seiring munculnya faksi-faksi baru yang diprediksi akan saling bertempur untuk memperebutkan kekuasaan di internal kartel.

Hingga saat ini, pertempuran dilaporkan masih meluas ke berbagai daerah, menyebabkan pemblokiran jalan dan ketakutan warga akan pendudukan permanen oleh kelompok bersenjata.

Fokus dunia kini tertuju pada kemampuan Pemerintah Meksiko dalam meredam konflik domestik ini sebelum peluit pertama Piala Dunia dibunyikan.

BACA JUGA:  Netanyahu Tinggalkan Israel saat Perang Memanas, Picu Kritik dan Kekhawatiran Publik