INDORAYATODAY.COM – Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengetahui adanya desakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar Indonesia keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP).
Desakan tersebut mencuat seiring memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump yang dinilai kontra-produktif terhadap perdamaian Palestina.
“Ya, saya kira Presiden sudah tahu. Beliau menyimak dengan seksama, memperhatikan tentang hal ini,” ujar Muzani kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Muzani menegaskan bahwa Presiden Prabowo terus mencermati dinamika yang berkembang di Timur Tengah serta mendengarkan aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat di tanah air terkait posisi diplomatik Indonesia.
“Presiden akan terus mencermati keadaan, termasuk membaca semua pandangan dan pikiran yang berkembang di tanah air,” lanjutnya.
Sebelumnya, MUI secara resmi mengeluarkan Tausiyah bernomor Kep-28/DP-MUI/III/2026 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal Amirsyah Tambunan pada Minggu (1/3/2026).
Dalam dokumen tersebut, MUI mendesak pemerintah Indonesia untuk mencabut keanggotaan dari BoP karena dinilai tidak efektif dalam mewujudkan kemerdekaan sejati bagi Palestina. MUI menyoroti peran sentral Amerika Serikat dalam Dewan Perdamaian yang dianggap justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang.
“MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan kemerdekaan sejati di Palestina,” demikian bunyi pernyataan resmi MUI.
Pandangan MUI juga didasari oleh kebijakan Presiden AS Donald Trump yang dinilai bertolak belakang dengan semangat perdamaian global. Langkah AS yang melakukan serangan bersama Israel terhadap Iran dianggap berpotensi memicu perang regional yang lebih luas.
Pemerintah saat ini dilaporkan tengah mempertimbangkan secara matang setiap langkah diplomatik yang akan diambil dengan tetap memperhatikan stabilitas kawasan dan kepentingan nasional dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Tinggalkan Balasan