INDORAYATODAY.COM – Presiden RI Prabowo Subianto dilaporkan mendapatkan dukungan luas dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan negara-negara Islam untuk mengambil peran sebagai mediator dalam meredam ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Dukungan tersebut dikabarkan datang dari negara-negara kunci, termasuk Pakistan dan Uni Emirat Arab (UEA).

Informasi ini disampaikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, usai menghadiri agenda buka puasa bersama jajaran pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam dan sejumlah ulama di Jakarta, Jumat (6/3/2026). Nusron menyebut, upaya diplomasi Indonesia ini dipandang positif oleh para pemimpin dunia Islam.

“Upaya Bapak Presiden mendapatkan dukungan dari para pemimpin negara di Timur Tengah lainnya. Namun, tentu detail mengenai hal ini merupakan ranah Bapak Menteri Luar Negeri yang berhak menjelaskan secara lebih mendalam,” ujar Nusron kepada awak media.

Nusron, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Penanggulangan Bencana, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada terciptanya ruang dialog antara Teheran dan Washington. Indonesia berharap konflik berkepanjangan ini dapat segera diselesaikan melalui meja perundingan, bukan konfrontasi fisik.

“Prinsipnya, Bapak Presiden menginginkan adanya mediasi yang mempertemukan Amerika Serikat dengan Iran. Sejauh ini, pihak Iran pun menunjukkan sikap terbuka terhadap upaya tersebut,” ungkap Nusron menambahkan.

Lebih lanjut, Nusron memaparkan bahwa visi perdamaian ini sejalan dengan komitmen negara-negara yang tergabung dalam kelompok Developing-8 (D-8). Presiden Prabowo bersama tujuh pemimpin negara D-8 lainnya memiliki kesamaan pandangan untuk menjaga stabilitas di kawasan Teluk agar konflik tidak meluas yang dapat berdampak pada keamanan dan ekonomi global.

“Pak Presiden bersama para pemimpin negara di kelompok D-8 menginginkan adanya perdamaian. Harapannya, konflik di Iran maupun di kawasan Teluk jangan sampai berlarut-larut karena dampaknya akan sangat luas,” tegas Nusron.

BACA JUGA:  Cing Ikah Dorong Peran Ibu-ibu dalam Pengelolaan Pajak Depok

Langkah diplomasi ini kian mempertegas posisi Indonesia dalam politik luar negeri yang bebas aktif, sekaligus menunjukkan peningkatan peran Indonesia sebagai jembatan perdamaian (bridge builder) di tengah polarisasi kekuatan global.