INDORAYATODAY.COM – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan bahwa penyelesaian berbagai persoalan krusial di Kota Hujan tidak dapat dilakukan secara tunggal oleh pemerintah.
Masalah pengangguran hingga penataan transportasi memerlukan sinergi kuat serta dukungan spiritual dari seluruh lapisan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Jenal saat menghadiri Kajian Ifthor dan Silaturahmi Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Ash Shiddieq, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, tantangan sosial yang dihadapi Kota Bogor saat ini cukup kompleks.
“Persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah kita adalah pengangguran, pendidikan, masalah sosial, dan transportasi. Gerakan spontanitas dan kolaborasi warga menjadi kunci penting untuk mengatasinya,” ujar Jenal.
Jenal menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama DPRD telah menyusun berbagai produk regulasi yang berorientasi pada kemaslahatan publik. Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan di atas kertas tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan nyata di lapangan.
Ia menekankan pentingnya dimensi spiritualitas dalam membangun kota. Baginya, ikhtiar lahiriah melalui kebijakan harus dibarengi dengan doa dari warga agar setiap program pembangunan mendapatkan keberkahan dan kemudahan.
“Masalah-masalah prioritas itu tidak mungkin diselesaikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota sendiri tanpa dukungan dan doa dari seluruh warga Bogor,” tegasnya.
Di lokasi yang sama, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Islam (Persis) Bogor Utara, Ma’mun Muchlis, menjelaskan bahwa agenda tersebut dirancang untuk mempererat hubungan antara umara (pemimpin) dan masyarakat.
Kegiatan yang mempertemukan unsur eksekutif dan legislatif ini diharapkan menjadi wadah dialog yang produktif di tengah momentum bulan suci. “Selain diskusi, kami juga melakukan buka puasa bersama. Semoga ikhtiar ini membawa keberkahan bagi Kota Bogor,” kata Muchlis.

Tinggalkan Balasan