INDORAYATODAY.COM  – Menjaga kesehatan ginjal ternyata tak hanya soal kebugaran tubuh, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kelestarian bumi.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Cibubur, dr. Annisa Maloveny, Sp.PD, menjelaskan bahwa satu sesi cuci darah menghasilkan jejak karbon setara emisi mobil sejauh 240 km.

“Jika pasien gagal ginjal terus bertambah, penumpukan jejak karbon akan memperburuk efek rumah kaca dan kekeringan, yang ironisnya memicu dehidrasi dan risiko gagal ginjal baru,” ungkap dr. Annisa terkait tema World Kidney Day 2026.

Sebagai langkah preventif, masyarakat diimbau mengenali 10 gejala gagal ginjal berikut:

Bengkak Kaki: Penumpukan cairan simetris di kedua kaki.

Hematuria: Adanya sel darah merah dalam urin.

Leukosituria: Adanya sel darah putih (indikasi infeksi).

Proteinuria: Munculnya protein dalam urin.

Oliguria: Produksi urin menurun drastis.

Hipertensi: Tekanan darah tinggi yang sulit terkendali.

Gangguan Tumbuh Kembang: Terutama terjadi pada pasien anak.

Anemia: Akibat turunnya produksi sel darah merah oleh ginjal.

Masalah Tulang: Tulang rapuh akibat gangguan aktivasi vitamin D.

Sesak & Demam: Cairan merasuk ke paru-paru dan infeksi berulang.

Menjaga ginjal adalah wujud syukur sekaligus kontribusi nyata bagi ekosistem. Segera konsultasikan ke tenaga medis jika mengalami gejala tersebut agar penanganan dapat dilakukan secara dini.

BACA JUGA:  Tiga Tradisi Unik Dunia dalam Perayaan Paskah, dari Perang Air hingga Melompati Bayi