INDORAYATODAY.COM — Ketegasan dalam menata estetika kota ditunjukkan oleh pimpinan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan pusat perniagaan.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim bersama Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin menunjukkan sikap emosional saat menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) yang masih membandel di ruas jalan sekitar gedung Pasar Bogor dan Plaza Bogor pada Rabu (25/3/2026).
Langkah represif ini diambil lantaran para pedagang dinilai tidak mengindahkan kesepakatan relokasi yang telah ditetapkan sebelumnya di Jalan Roda, Jalan Bata, Jalan Pedati, dan Jalan Lawang Saketeng.
Padahal, pemerintah daerah telah memberikan kelonggaran bagi para pedagang sayur-mayur untuk tetap berjualan selama bulan suci Ramadhan, dengan catatan harus segera mengosongkan area tersebut tepat setelah Lebaran 2026.
Dalam sidak tersebut, Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin menginstruksikan petugas gabungan untuk langsung mengangkut peralatan dagang yang masih memenuhi badan jalan. Ia menegaskan bahwa pihak pemerintah sudah cukup bersabar dan tidak akan lagi menoleransi alasan apa pun dari para pedagang yang melanggar aturan.
Jenal bahkan memerintahkan penyitaan alat-alat dagang ke Markas Komando (Mako) Satpol PP bagi mereka yang tetap memaksakan diri berjualan di lokasi terlarang tersebut.
Senada dengan wakilnya, Wali Kota Dedie Rachim juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap perilaku PKL yang dianggap terus mengotori wajah Kota Bogor. Penertiban ini tidak hanya melibatkan personel Satpol PP, tetapi juga didukung oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang bertugas mengangkut tumpukan sampah sisa aktivitas perdagangan secara simultan di belakang rombongan sidak.
Sebagai langkah final sterilisasi kawasan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor menerjunkan dua unit armada untuk menyemprot bekas lapak PKL agar jalanan kembali bersih dan nyaman dilalui.
Penertiban menyeluruh ini merupakan bagian dari persiapan pemerintah daerah dalam rencana pembongkaran gedung Pasar Bogor dan Plaza Bogor, guna menata ulang kawasan tersebut menjadi lebih modern dan tertata.

Tinggalkan Balasan