INDORAYATODAY.COM – Akses masyarakat terhadap karya sinema berkualitas, khususnya film-film bernuansa religi dan keluarga, kini semakin luas dengan diresmikannya bioskop mikro Layar Digi Studio. Jaringan sinema ini resmi beroperasi di lantai dua gerai Alfamart Ruko Agricola, Gading Serpong, Tangerang, Banten, mulai Rabu (1/4/2026).

Langkah inovatif ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara jaringan ritel Alfamart sebagai penyedia ruang usaha komersial dan Layar Digi sebagai operator mikro sinema. Kerja sama ini bertujuan memberikan pengalaman menonton sinema yang inklusif dan terjangkau, sekaligus menjadi platform syiar bagi film-film yang sarat nilai positif.

Salah satu film yang menjadi andalan dalam rangkaian penayangan di Layar Digi Studio adalah drama religi bertajuk “Dua Surga Dalam Cintaku”. Kehadiran film ini sejalan dengan komitmen Layar Digi untuk menghadirkan konten yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan moral yang kuat bagi penonton dari berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa.

CEO Layar Digi, Victor Timothy, menjelaskan bahwa konsep mikro sinema ini memang berbeda dengan jaringan bioskop besar (XXI dan sejenisnya). Layar Digi berfokus menayangkan kembali film-film yang telah turun dari layar lebar utama untuk memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat menikmati karya tersebut dengan biaya lebih ekonomis.

“Kami memprioritaskan film-film yang sudah turun dari bioskop-bioskop besar karena konsepnya mikro sinema. Selain ‘Dua Surga Dalam Cintaku’, kami juga menyiapkan sederet judul lain seperti Knight Kris, Sun Tree, Lift, dan The Dark House dari berbagai genre, termasuk komedi yang tengah disiapkan,” ujar Victor.

Meskipun berstatus mikro sinema dengan kapasitas terbatas untuk 31 orang, Layar Digi Studio dirancang persis layaknya gedung pertunjukan film profesional. Hal ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan optimal bagi keluarga, sahabat, maupun komunitas untuk menikmati waktu bersama.

BACA JUGA:  Waspadai Toxic Positivity, Sikap Positif yang Bisa Menyakiti Orang Lain

Faktor keterjangkauan menjadi keunggulan utama Layar Digi. Penonton dapat membeli tiket di mesin otomatis Kiosk yang tersedia dalam gerai Alfamart maupun di luar pintu studio. Harga tiket pun relatif murah, mulai dari Rp 15.000 per orang untuk hari kerja (weekday) dan mulai Rp 20.000 per orang untuk akhir pekan (weekend).

Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, dalam kesempatan yang sama menambahkan bahwa mikro sinema ini mendapat antusiasme tinggi dari pengunjung selama periode pre-launch pada pertengahan Februari lalu. Hal ini membuktikan adanya kebutuhan masyarakat akan hiburan keluarga yang terjangkau.

Menariknya, Layar Digi memberikan fleksibilitas bagi pengunjung dengan memperbolehkan mereka membawa jajanan atau camilan yang dibeli langsung dari Alfamart ke dalam studio. Kebijakan ini tidak hanya memudahkan penonton, tetapi juga berdampak positif pada peningkatan penjualan ritel, khususnya produk makanan ringan.

Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan (mutual benefit). Layar Digi dapat memperluas jangkauan penayangan film, sementara Alfamart dapat meningkatkan traffic pengunjung dan penjualan produk melalui kehadiran fasilitas hiburan ini.

Melalui kehadiran Layar Digi Studio, masyarakat kini memiliki alternatif baru untuk menikmati film-film pilihan, termasuk karya sinema religi yang inspiratif, dengan akses yang lebih mudah dan biaya yang lebih ramah di kantong.