INDORAYATODAY.COM – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, melakukan koordinasi strategis dengan pimpinan DPR RI guna melaporkan perkembangan terbaru persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, pada Senin (6/4/2026) ini memfokuskan pada pemantapan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan jemaah.
Wamenhaj diterima langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengawas Penyelenggaraan Haji RI. Koordinasi lintas lembaga ini dinilai krusial untuk menyelaraskan kebijakan eksekutif dengan fungsi pengawasan legislatif menjelang keberangkatan jemaah ke Tanah Suci.
“Pagi tadi saya menyampaikan perkembangan persiapan Haji 2026 kepada Wakil Ketua DPR RI Bapak Sufmi Dasco. Beliau bersama tim pengawas akan terus memantau secara detail setiap tahapan persiapan,” ujar Dahnil Anzar melalui keterangan resminya, Senin (6/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, DPR RI memberikan penekanan khusus pada aspek akuntabilitas anggaran dan teknis operasional di lapangan. Tim Pengawas Haji meminta pemerintah untuk memastikan seluruh instrumen pendukung, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga layanan kesehatan, dapat memenuhi standar pelayanan minimum yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
Wamenhaj menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. Laporan yang disampaikan mencakup progres kontrak layanan di Arab Saudi serta kesiapan mitigasi risiko bagi jemaah lansia yang masih menjadi prioritas dalam skema penyelenggaraan tahun ini.
Sufmi Dasco Ahmad selaku Ketua Pengawas meminta Kemenhaj untuk proaktif dalam melaporkan kendala yang muncul di lapangan. DPR berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan secara ketat guna meminimalisasi potensi hambatan birokrasi yang dapat merugikan jemaah.
Sinergi antara Kementerian Haji dan Umrah dengan DPR RI diharapkan mampu menciptakan ekosistem penyelenggaraan haji yang lebih transparan dan efisien. Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi intensif hingga fase kepulangan jemaah nantinya, demi memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh tamu Allah dari Indonesia.

Tinggalkan Balasan