DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mulai melakukan langkah konkret mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi tahun ini. Salah satunya dengan mengurai gas metana di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung melalui pemasangan pipa khusus.

Plt Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraini, mengatakan langkah ini dilakukan sebagai respons atas prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait potensi fenomena El Nino dengan intensitas tinggi yang kerap disebut “El Nino Godzilla”.

Menurut Reni, kondisi panas ekstrem dalam durasi panjang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di TPA Cipayung. Terlebih, volume sampah yang terus masuk serta proses pengadukan yang berlangsung setiap hari dapat memicu munculnya gas metana dalam jumlah besar.

“Karena itu kami lakukan antisipasi. Salah satunya dengan pemasangan pipa gas metana agar tidak terperangkap di bawah timbunan sampah, tetapi bisa keluar dan terurai dengan aman,” kata Reni saat ditemui di TPA Cipayung, dikutip Jumat (24/4/2026).

Selain pemasangan pipa gas, DLHK juga menyiapkan tandon air sebagai upaya pendinginan area TPA. Penyiraman dilakukan secara rutin minimal dua kali sehari untuk menjaga suhu tetap stabil dan mencegah potensi titik api.

Langkah ini dinilai penting mengingat gas metana yang terakumulasi dapat menjadi pemicu kebakaran jika tidak dikelola dengan baik. Dengan sistem pipa yang kini mulai dipasang di sejumlah titik, DLHK memastikan risiko tersebut bisa ditekan secara signifikan.

Tak hanya itu, DLHK juga mulai menginventarisasi titik-titik rawan gas metana di area TPA Cipayung. Upaya ini menjadi bagian dari strategi mitigasi agar pengelolaan sampah tetap aman di tengah ancaman cuaca ekstrem.

BACA JUGA:  Serius Tangani Putus Sekolah, Bupati Bogor Rudy Susmanto Tegaskan Pendidikan Hak Dasar Anak

Di sisi lain, DLHK turut menyiapkan cadangan air untuk menghadapi kondisi darurat yang tidak diharapkan. Kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari langkah komprehensif menjaga operasional TPA tetap terkendali.

Reni menambahkan, selama periode El Nino, pihaknya juga akan membatasi jumlah sampah yang masuk ke TPA. Kebijakan ini dibarengi dengan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi sampah, khususnya sampah organik.

DLHK saat ini tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) khusus sebagai panduan menghadapi dampak El Nino di sektor lingkungan hidup dan kebersihan. Salah satu fokus utama adalah penguatan program pemilahan sampah dari sumbernya.

“Kami juga akan melakukan campaign kepada masyarakat agar pemilahan sampah bisa dioptimalkan dari rumah masing-masing,” ujarnya.

DLHK memastikan akan melibatkan berbagai pihak dalam upaya ini, mulai dari camat, lurah, tokoh masyarakat, dunia pendidikan hingga pelaku usaha. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menekan volume sampah yang berakhir di TPA Cipayung.

Dengan berbagai langkah antisipatif ini, DLHK optimistis pengelolaan TPA Cipayung tetap kondusif meski dihadapkan pada ancaman El Nino ekstrem.