INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Di momen Hari Ulang Tahun ke-27, Depok mendapat kabar membanggakan. Dua siswa SMK Taruna Bhakti berhasil menorehkan prestasi internasional setelah menemukan celah keamanan pada sistem milik NASA.

Keduanya adalah Rakha Hayya Ilhamsyah dan Balqis Amanda, pelajar kelas 11 jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) di SMK Taruna Bhakti yang menunjukkan kapasitas siswa vokasi mampu bersaing di level global.

Rakha mengungkapkan ketertarikannya pada dunia cyber security berawal dari rasa penasaran. Ia kemudian mendalami bug hunting dan penetration testing hingga mampu menemukan celah keamanan.

“Awalnya iseng-iseng. Terus mulai tertarik karena saudaranya teman pernah juara LKS. Dari situ kita mulai kenal bug hunting sama penetration testing,” ujar Rakha.

Balqis menambahkan, keduanya mulai serius menekuni bidang tersebut setelah melihat perkembangan di daerah lain. Mereka kemudian mengikuti program bug hunting melalui platform resmi.

“Kita ikut lewat platform resmi. Di daerah lain seperti Lampung, Pekanbaru, bahkan Surabaya sudah ada, tapi di Depok belum,” katanya.

Dalam praktiknya, mereka melakukan pemindaian aset digital secara bertahap, termasuk sistem milik NASA, untuk menemukan potensi kerentanan.

“Kita scanning domain, cari link eksternal yang sudah mati tapi masih tercantum. Itu berisiko karena bisa diambil alih hacker,” jelas Rakha.

Temuan tersebut dilaporkan melalui platform bug bounty seperti Bugcrowd dan HackerOne sebelum diteruskan ke pihak terkait.

Balqis menjelaskan, proses verifikasi laporan membutuhkan waktu karena harus melalui tahap pengecekan sebelum dinyatakan valid.

“Setelah submit, dicek dulu sama platform. Kalau valid baru diteruskan ke NASA,” ungkapnya.

Proses tersebut bahkan bisa memakan waktu hingga 90 hari, tergantung kompleksitas temuan. Jika valid, pelapor akan mendapatkan pengakuan resmi.

BACA JUGA:  Ribuan Buruh dari Depok Meriahkan May Day di Monas, Dukung Komitmen Prabowo

“Kalau valid biasanya dapat semacam pengakuan atau letter of recognition,” tambahnya.

Meski kemampuan tersebut banyak diasah secara mandiri, keduanya menegaskan peran sekolah tetap penting dalam membangun fondasi keilmuan.

“Kebetulan sekolah kami sangat mendukung apa yang kami lakukan. Sekolah juga mengajarkan kami basic networkingnya,” kata Rakha.

Dukungan lingkungan belajar di SMK Taruna Bhakti, termasuk akses terhadap dasar-dasar jaringan dan ekosistem teknologi, menjadi pijakan awal bagi siswa untuk berkembang lebih jauh di bidang cyber security.

Prestasi Rakha dan Balqis menjadi bukti bahwa siswa vokasi dari SMK Taruna Bhakti mampu bersaing di level internasional. Keduanya kini menargetkan melanjutkan pendidikan di bidang teknologi informasi di sejumlah kampus ternama seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada.

“Pengennya bisa lanjut kuliah dan mendalami cyber security lebih serius,” tutup Balqis. ***