INDORAYATODAY.COM  – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati berhasil mengidentifikasi 10 jenazah korban kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Kepastian identitas para korban diputuskan melalui sidang rekonsiliasi yang digelar pada Selasa (28/4/2026) siang.

Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono, menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data medis serta keterangan dari pihak keluarga. Hingga pukul 14.00 WIB, tim forensik memutuskan 10 jenazah telah berhasil dikenali secara akurat.

“Kami telah melaksanakan sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban, dan diputuskan 10 jenazah telah berhasil teridentifikasi,” ujar Prima di RS Polri, Kramat Jati, Selasa (28/4/2026).

Daftar Korban Teridentifikasi

Berdasarkan data resmi dari RS Polri, berikut adalah identitas 10 korban yang telah teridentifikasi:

  1. Tutik Anitasari (Perempuan, 31 tahun)
  2. Harum Anjasari (Perempuan, 27 tahun)
  3. Nur Alimantun Citra Lestari (Perempuan, 19 tahun)
  4. Farida Utami (Perempuan, 52 tahun)
  5. Vica Acnia Fratiwi (Perempuan, 23 tahun)
  6. Ida Nuraida (Perempuan, 48 tahun)
  7. Gita Septia Wardany (Perempuan, 20 tahun)
  8. Fatmawati Rahmayani (Perempuan, 29 tahun)
  9. Arinjani Novita Sari (Perempuan, 25 tahun)
  10. Nur Ainia Eka Rahmadhyna (Perempuan, 32 tahun)

Jumlah Korban Meninggal Bertambah

Sementara itu, jumlah total korban meninggal dunia dalam insiden tragis ini dilaporkan kembali bertambah. Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Ginting, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 15 orang meninggal dunia.

“Iya, data terbaru menunjukkan 15 korban meninggal dunia,” kata Martinus.

Angka ini meningkat dari laporan sebelumnya yang menyebutkan 14 korban jiwa. Sebagian jenazah telah dievakuasi ke RS Polri untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

BACA JUGA:  Awas Curanmar di Depok Menggila, Incar Sepeda Gunung Juga

Pemerintah dan instansi terkait terus melakukan pendataan mendalam terkait jumlah pasti korban luka yang masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit guna memastikan seluruh penanganan berjalan maksimal.