INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Kalangan pengusaha mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan I-2026.
Angka tersebut dinilai menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global sekaligus menjadi capaian tertinggi untuk kuartal pertama dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menilai pertumbuhan ekonomi tidak lepas dari sejumlah program pemerintah yang mulai berjalan efektif sejak awal 2025.
Menurutnya, program seperti makan bergizi gratis, pembangunan 3 juta rumah, hingga investasi langsung memberi dampak terhadap pergerakan ekonomi nasional.
“Kami mengapresiasi kinerja pemerintah. Program pemerintah yang diterapkan sejak awal 2025 mulai menunjukkan hasil tahun ini,” tuturnya dikutip Rabu (6/7/2026).
Anindya juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai lebih tinggi dibanding sejumlah negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Senada dengan itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Shinta W. Kamdani, menyebut capaian 5,61 persen menjadi pertumbuhan kuartal pertama tertinggi sejak 2013.
Ia menilai peningkatan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah menjadi faktor utama penggerak ekonomi.
“Ini menunjukkan ekonomi Indonesia masih mencerminkan ketahanan yang cukup kuat berbasis permintaan domestik,” kata Shinta.
Meski demikian, Apindo mengingatkan pemerintah agar tetap memperhatikan tekanan nilai tukar rupiah dan dampaknya terhadap dunia usaha.
Pelaku usaha berharap pertumbuhan ekonomi yang positif dapat terus dijaga melalui kebijakan yang konsisten dan berdampak langsung terhadap aktivitas bisnis riil. Pemerintah juga diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global yang masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan