INDORAYATODAY.COM – Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Utara mengonfirmasi kabar duka terkait jatuhnya korban jiwa dalam musibah erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara. Hingga Jumat (8/5/2026) sore, tercatat tiga orang pendaki meninggal dunia setelah terjebak aktivitas vulkanik di puncak gunung.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson, mengungkapkan bahwa dari ketiga korban tewas, dua di antaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA), sementara satu korban lainnya adalah warga lokal.

“Ada tiga orang yang meninggal dunia. Dua orang WNA dan satu orang warga lokal asal Jayapura yang sudah lama menetap di Ternate. Posisi ketiga korban berada di puncak gunung,” ujar AKBP Erlichson kepada wartawan di Tobelo.

Selain korban jiwa, tim SAR gabungan melaporkan keberhasilan mengevakuasi 15 orang pendaki lainnya dalam kondisi selamat. Para pendaki yang berhasil diselamatkan kini telah berada di Pos Pengamatan Gunung Dukono, Desa Mamuya, Kecamatan Galela, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Sebanyak 15 orang sudah dievakuasi ke Pos Pengamatan dalam kondisi selamat. Sementara itu, dua orang pendaki lainnya saat ini masih berada di lapangan bersama tim SAR gabungan untuk membantu proses evakuasi korban meninggal dunia,” tambahnya.

Proses evakuasi jenazah para korban menghadapi tantangan berat akibat jarak dan kondisi aktivitas gunung yang masih fluktuatif. Berdasarkan pemetaan petugas, lokasi ketiga korban meninggal dunia berada di area puncak yang berjarak lebih dari 10 kilometer (km) dari titik pos pengamatan.

Kapolres menegaskan bahwa evakuasi jenazah akan segera dilakukan dengan tetap memprioritaskan keamanan personel di lapangan. Saat ini, tim masih menunggu situasi vulkanik mereda sebelum mendaki ke titik puncak.

“Semua sudah teridentifikasi, tinggal proses evakuasi korban meninggal. Kami masih menunggu situasi yang memungkinkan untuk mendaki ke lokasi yang berjarak sekitar 10 km dari pos pengamatan tersebut,” tutup Erlichson.

BACA JUGA:  Ular Koros Teror Warga Sukmajaya Depok, Begini Detik-detik Evakuasinya

Sebelumnya, pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan keras bagi warga maupun wisatawan untuk menjauhi radius bahaya 4 km dari kawah Gunung Dukono guna mengantisipasi ancaman awan panas dan hujan abu vulkanik yang masih terus terjadi.