INDORAYATODAY.COM – Indonesia kembali unjuk gigi di panggung seni rupa dunia melalui Paviliun Indonesia dalam ajang Venice Biennale 2026. Mengusung tema “Printing the Unprinted”, pameran ini resmi dibuka oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Scuola Internazionale di Grafica, Venesia, Jumat (8/5).
Keikutsertaan tahun ini terasa spesial karena menjadi partisipasi perdana di bawah naungan Kementerian Kebudayaan yang kini berdiri mandiri. Fadli Zon menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan, melainkan fondasi masa depan bangsa.
Tema Strategis: “Printing the Unprinted” menampilkan narasi spekulatif tentang identitas dan sejarah Nusantara melalui medium seni cetak grafis (printmaking).
Seniman Lintas Generasi: Menampilkan karya tujuh seniman hebat: Agus Suwage, Syahrizal Pahlevi, Nurdian Ichsan, R.E. Hartanto, Theresia Agustina Sitompul, Mariam Sofrina, dan Rusyan Yasin.
Kolaborasi Global: Karya dikembangkan melalui residensi dan dialog langsung di Venesia, bekerja sama dengan institusi seni internasional.
“Indonesia hadir bukan hanya untuk memperkenalkan budaya, tetapi ikut membentuk percakapan global melalui seni. Kita memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat kebudayaan dunia,” ujar Fadli Zon.
Selain pameran yang berlangsung hingga 22 November 2026, Paviliun Indonesia juga menggelar program residensi, diskusi, dan art therapy untuk memperkuat jejaring talenta seni nasional di level internasional.

Tinggalkan Balasan