DEPOK, INDORAYA TODAY – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok terus memperkuat upaya pengelolaan sampah yang kian mendesak.

Saat ini, timbulan sampah di Kota Depok mencapai sekitar 1.300 ton per hari. Jumlah tersebut menjadi tantangan besar bagi sistem pengangkutan, pengolahan, hingga kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengatakan persoalan sampah tidak lagi sekadar isu kebersihan.

Menurut dia, sampah telah berkembang menjadi persoalan strategis yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, tata kelola pemerintahan, hingga beban fiskal daerah.

“Kalau tidak dikelola secara sistematis dan berkelanjutan, beban operasional akan terus meningkat dan umur layanan TPA semakin pendek,” kata Reni saat peresmian Gedung dan Alat TPS 3R Jalan Jawa, Beji, Sabtu (13/6/2026).

Untuk menjawab tantangan itu, Pemkot Depok memperkuat pengolahan sampah melalui revitalisasi TPS 3R Jalan Jawa.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkot Depok dengan Yayasan WWF Indonesia melalui program Plastik Smart Cities yang berjalan sejak 2021.

Revitalisasi dilakukan melalui perbaikan hanggar, penambahan mesin pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF), serta penguatan sarana dan prasarana pendukung.

DLHK juga menerima berbagai bantuan peralatan, mulai dari feeder conveyor, turbosparator, meja pilah, hingga fasilitas pendukung lainnya.

“Ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Depok,” ujar Reni.

Mesin RDF yang digunakan mengolah sampah secara mekanis tanpa proses pembakaran sehingga dinilai lebih ramah lingkungan.

Kapasitas pengolahannya mencapai 8 hingga 10 ton sampah per hari dalam kondisi optimal.

Sampah campuran yang masuk akan dipilah terlebih dahulu antara sampah organik dan anorganik sebelum diproses menjadi bahan bakar alternatif industri.

BACA JUGA:  Yuk Ikut! Pemkot Depok Gelar Lomba Menulis Surat untuk Pahlawan, Total Hadiah Rp90 Juta

Reni menjelaskan pembangunan fisik dan instalasi mesin dilakukan sejak September hingga Desember 2025.

Setelah jaringan listrik dan utilitas pendukung selesai dipasang, TPS 3R Jalan Jawa kini resmi beroperasi.

DLHK juga menyiapkan program pendampingan serta gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga untuk mendukung kinerja fasilitas tersebut.

Langkah itu diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA Cipayung.

“Kami mengajak masyarakat mulai mengurangi sampah dari rumah, melakukan pemilahan, serta lebih bijak dalam konsumsi dan penggunaan kemasan,” ucap Reni.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan WWF Indonesia, pemerintah wilayah, komunitas lingkungan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam revitalisasi TPS 3R Jalan Jawa.

Menurut Reni, kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih modern, terstruktur, dan berkelanjutan di Kota Depok.